SERANG, BANPOS – Misteri salah satu korban hilang kapal cepat KM Arupadhatu I yang membawa lima jurnalis untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) akhirnya terungkap.
Kepolisian Daerah (Polda) Banten memastikan jenazah laki-laki yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, merupakan Surakman alias Sukarman (60), salah satu anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu I.
Kepastian identitas tersebut diperoleh setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri melakukan pemeriksaan dan pencocokan data DNA antara sampel antemortem keluarga dengan jenazah yang ditemukan di Bengkulu.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kecocokan secara genetik antara jenazah dengan data keluarga Sukarman.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman, ABK kapal yang merupakan ayah biologis dari Yayan (anak),” kata Hengki dalam konferensi pers di Polda Banten, Rabu (23/9).
Sukarman merupakan satu dari tiga kru KM Arupadhatu I yang bersama lima jurnalis dinyatakan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, pada Senin (7/9).
Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, sekitar pukul 14.00 WIB. Kapal membawa rombongan untuk melakukan peliputan aktivitas erupsi GAK.
Hengki menjelaskan, proses identifikasi bermula dari operasi SAR gabungan untuk mencari delapan orang yang berada di dalam kapal tersebut.
Setelah pencarian dilakukan secara intensif, titik terang muncul pada hari kelima operasi, Sabtu (12/9). Saat itu, aparat kepolisian di Bengkulu menemukan sesosok jenazah laki-laki tanpa identitas di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano.
Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi antara Dokkes Polda Banten dan Polda Bengkulu. Jenazah dievakuasi menggunakan pesawat Cessna menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu untuk menjalani proses identifikasi.
“Bidang Dokkes Polda Banten kemudian mengirimkan data antemortem dan postmortem dari kedelapan keluarga korban hilang kontak. Tim DVI bersama Kasubbid Dokkes Polri melakukan pencocokan data primer yang meliputi sidik jari, gigi, hingga tes DNA,” ujar Hengki.
Dari rangkaian pemeriksaan tersebut, identitas jenazah akhirnya dipastikan sebagai Sukarman.
Dengan teridentifikasinya korban, proses selanjutnya adalah pemulangan jenazah kepada pihak keluarga. Hengki mengatakan jenazah Sukarman akan diterbangkan dari Bengkulu menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
“Jenazah akan diberangkatkan besok dari Dokkes Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Hengki.
Setelah itu, jenazah selanjutnya akan dibawa menuju rumah duka di wilayah Pandeglang untuk diserahkan kepada keluarga. (*)







Discussion about this post