SERANG, BANPOS – Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan belasungkawa atas ditemukannya salah satu anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu I, Surakman alias Sukarman (60), yang sebelumnya hilang kontak bersama tujuh orang lainnya di perairan Selat Sunda.
Andra mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten turut berduka atas kabar ditemukannya Surakman yang telah dipastikan identitasnya melalui pemeriksaan DNA oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri.
“Kami atas nama Pemerintah Provinsi Banten mengucapkan belasungkawa atas penemuan salah satu ABK,” ucap Andra, Rabu (23/9).
Surakman merupakan salah satu dari tiga kru KM Arupadhatu I yang membawa lima jurnalis untuk melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda pada 7 September 2026.
Andra mengatakan, Pemprov Banten bersama jajaran terkait akan terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban. Pemerintah juga berkomitmen menyampaikan setiap perkembangan proses pencarian kepada keluarga.
“Jenazah yang ditemukan, Bapak Suratman yang merupakan salah satu dari ABK yang hilang kontak pada tanggal 7 September 2026,” ujarnya.
“Dan insyaAllah, seperti yang pernah saya sampaikan bersama Pak Kapolda Banten, kita akan mendampingi keluarga dan kita akan terus menginformasikan setiap perkembangan yang ada,” tuturnya.
Andra juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim gabungan yang terlibat dalam proses pencarian hingga identifikasi korban. Ia secara khusus mengapresiasi koordinasi Polda Banten dengan Polda Bengkulu.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Polda Banten yang telah melakukan koordinasi yang sangat baik dengan Polda Bengkulu,” kata Andra.
Diketahui, Surakman merupakan ayah biologis dari Yayan. Kepastian identitas korban diperoleh setelah tim DVI Pusdokkes Polri mencocokkan profil DNA jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, dengan data antemortem keluarga.
Sebelumnya, jenazah tersebut berstatus Mr. X setelah ditemukan di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Bengkulu. Setelah menjalani proses identifikasi, jenazah dipastikan merupakan Surakman.
Di sisi lain, Andra berharap tujuh korban lainnya yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan. Ia memastikan perkembangan pencarian akan terus disampaikan.
“Kepada saudara-saudara kita, keluarga dari tujuh yang belum ditemukan, semoga kita segera menemukannya dan akan terus diinformasikan,” tandasnya.
Untuk diketahui, KM Arupadhatu I membawa delapan orang saat bertolak untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Mereka terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal.
Lima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas (28), jurnalis Antara; Ari Basuki (52), jurnalis Merdeka; Yudhis (43), jurnalis iNews; Daus (42), jurnalis Anadolu; serta Donal Husni (51), jurnalis lepas.
Sedangkan tiga kru kapal terdiri atas Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) selaku pemandu perjalanan. (*)







Discussion about this post