SERANG, BANPOS — Memasuki hari ketiga pencarian delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pokja Wartawan Kota Serang (PWKS) menggelar doa bersama, Kamis (10/9) malam.
Doa bersama tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas sesama insan pers sekaligus mendoakan agar lima jurnalis dan tiga kru kapal yang masih dalam pencarian bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Diketahui, rombongan tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan speedboat.
Mereka bertujuan menuju kawasan perairan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda untuk melakukan tugas peliputan aktivitas erupsi gunung tersebut.
Delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian terdiri dari tiga kru kapal dan lima jurnalis.
Tiga kru kapal yakni Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.
Sementara lima jurnalis yang ikut dalam rombongan yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Ketua PWKS, Darmawijaya alias Jay, mengatakan doa bersama dilakukan karena pihaknya merasa prihatin dan ikut merasakan kecemasan yang dialami keluarga maupun rekan-rekan para jurnalis yang masih hilang kontak.
Menurutnya, sebagai sesama wartawan, PWKS ingin memberikan dukungan moril melalui doa agar seluruh korban segera ditemukan.
“Ini bentuk solidaritas kami sebagai sesama wartawan. Hari ini sudah masuk hari ketiga pencarian, tentu kami semua berharap delapan orang yang masih dicari bisa segera ditemukan dan dalam keadaan selamat,” ujar Jay, Kamis (10/9).
Jay juga mengatakan pihaknya mendapat informasi mengenai adanya pelampung yang ditemukan di perairan Selat Sunda.
Namun, ia berharap pelampung tersebut bukan milik rombongan wartawan dan kru kapal yang sedang dicari.
“Memang ada informasi yang beredar soal ditemukannya pelampung di laut. Kami tentu berharap itu bukan milik teman-teman kami. Kami masih terus berdoa dan berharap ada kabar baik dari proses pencarian,” katanya.
Ia juga mendoakan agar keluarga dari delapan orang tersebut diberikan kekuatan dalam menghadapi situasi yang sedang terjadi.
“Kita juga mendoakan keluarga mereka supaya diberikan kesabaran dan kekuatan. Ini ujian yang berat, mudah-mudahan semuanya segera mendapatkan kabar baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ustaz Halimi yang memimpin prosesi doa bersama mengatakan, doa tersebut menjadi ikhtiar batin agar seluruh orang yang masih dalam pencarian diberikan keselamatan dan segera dipertemukan dengan keluarga.
“Yang bisa kita lakukan sekarang salah satunya berdoa. Kita meminta kepada Allah agar delapan orang yang masih dicari diberikan perlindungan, keselamatan dan segera ditemukan,” kata Ustaz Halimi.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk tidak berhenti berharap selama proses pencarian masih berlangsung.
“Kita sama-sama berharap ada kabar baik. Semoga tim yang melakukan pencarian juga diberikan kemudahan dan kekuatan. Untuk keluarga, semoga diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi keadaan ini,” tuturnya.
Ustaz Halimi menambahkan, doa bersama juga menjadi bentuk kepedulian terhadap keluarga dan rekan-rekan para korban yang saat ini masih menunggu kepastian.
“Semoga Allah memberikan jalan terbaik dan semuanya bisa kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan selamat,” pungkasnya. (*)







Discussion about this post