PANDEGLANG, BANPOS — Tim SAR Gabungan menemukan sebuah life jacket saat memasuki hari ketiga pencarian delapan orang yang hilang setelah speed boat yang ditumpangi dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang.
Temuan tersebut ditemukan KAL Anyer saat melakukan penyisiran di Sektor F pada Kamis (10/9) sekitar pukul 15.32 WIB. Selain life jacket, tim juga mencatat temuan sebuah pelampung di titik koordinat 06°17’26.40″ LS, 105°22’42.00″ BT.
Namun, kedua benda tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan delapan orang yang masih dalam pencarian. Tim SAR masih melakukan verifikasi terhadap temuan tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan setiap temuan di lapangan akan ditindaklanjuti untuk memastikan keterkaitannya dengan operasi pencarian.
“Temuan life jacket dan pelampung ini menjadi perhatian bagi kami. Namun, kami masih melakukan verifikasi untuk memastikan apakah barang tersebut berkaitan dengan survivor yang sedang kami cari. Setiap informasi dan temuan di lapangan akan kami tindak lanjuti secara maksimal,” ujar Al Amrad.
Pada hari ketiga operasi, Tim SAR Gabungan memperluas pencarian dengan membagi wilayah operasi menjadi enam sektor dengan total cakupan sekitar 2.483 nautical mile persegi.
Penyisiran dilakukan di sejumlah perairan sekitar Gunung Anak Krakatau hingga wilayah tenggara, utara, barat daya dan barat laut gunung tersebut.
Operasi melibatkan sejumlah armada, yakni KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Karambit, KP Sanjaya, KAL Anyer, KAL Pahawang, RIB 02 Banten, KM Aruphadatu dan Helikopter HR 3604.
Pencarian juga didukung unsur TNI, Polri, BPBD, Potensi SAR, nelayan serta masyarakat.
Sementara hasil penyisiran di Sektor A, B, C, D dan E masih nihil. Tim tetap mengoptimalkan pencarian melalui jalur laut maupun udara dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.
Cuaca di wilayah operasi dilaporkan cerah berawan tebal. Angin bertiup dari selatan menuju utara dengan kecepatan sekitar 15 knot, sedangkan tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter.
“Kami terus melakukan pencarian dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi cuaca di lapangan. Keselamatan seluruh personel tetap menjadi prioritas. Kami berharap temuan ini dapat memberikan titik terang dan seluruh korban segera ditemukan,” pungkas Al Amrad.
Hingga berakhirnya Operasi SAR H.3, delapan orang masih berstatus dalam pencarian. Tim SAR Gabungan selanjutnya melakukan evaluasi terhadap seluruh hasil operasi untuk menentukan strategi pencarian berikutnya. (*)







Discussion about this post