CILEGON, BANPOS – Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau dilaporkan berhenti pada Minggu (6/9) pukul 07.10 WIB.
Meski demikian, aktivitas kegempaan masih tercatat sehingga masyarakat, wisatawan, dan pendaki diminta tidak mendekati kawasan gunung api dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Berdasarkan informasi Magma Indonesia melalui pengamatan, kondisi visual Gunung Anak Krakatau tertutup kabut 0-III sehingga asap kawah tidak teramati. Cuaca di sekitar gunung api terpantau berawan hingga mendung dengan angin lemah menuju barat laut.
Pengamatan kegempaan masih menunjukkan aktivitas vulkanik. Tercatat satu kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo maksimum 46 milimeter dan durasi 30 detik.
Selain itu, tercatat dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 25-34 milimeter dan durasi 38-47 detik. Aktivitas juga ditandai dengan 14 kali gempa low frequency, sembilan kali gempa hybrid/fase banyak, satu kali gempa vulkanik dangkal, serta satu kali tremor menerus dengan amplitudo 8-45 milimeter.
Dalam rekomendasinya, masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Dengan demikian, meski erupsi menerus telah berhenti, masyarakat tetap diminta mematuhi batas aman karena aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. (*)







Discussion about this post