SERANG, BANPOS — Peredaran dan ketersediaan masker yang kini menjadi salah satu kebutuhan masyarakat dalam beraktivitas ditengah ancaman debu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Hal ini berkaca dari fenomena penyebaran Covid-19 yang sempat mengakibatkan terjadinya kelangkaan stok masker hingga kenaikan harga yang cukup tinggi.
Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, Yeremia Mendrofa mengatakan bahwa salam situasi bencana seperti erupsi Gunung Anak Krakatau, masker bukan lagi sekadar barang dagangan, tetapi bagian dari kebutuhan perlindungan kesehatan masyarakat.
“Saya meminta Pemprov Banten memastikan ketersediaan masker dalam jumlah yang cukup, distribusinya merata, dan baik diberikan secara gratis atau dengan harga yang terjangkau, khususnya bagi masyarakat yang wilayahnya terdampak abu vulkanik,” ujarnya, Kamis (10/9).
Yeremia menambahkan bahwa selain mengawasi ketersediaan masker, hal yang tak kalah penting untuk dilakukan pengawasan yakni terhadap distribusi dan harga masker.
“Jangan sampai terjadi penimbunan, permainan harga, atau monopoli oleh pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan kepanikan masyarakat,” ungkapnya.
Legislator partai Banten ini juga mendorong agar pemerintah bersama aparat terkait melakukan pengawasan dari tingkat distributor sampai ke tingkat pengecer, baik toko offline maupun toko online.
Sebab, kata dia, ketika rakyat sedang menghadapi bencana, jangan ada yang mencari keuntungan dengan mengeksploitasi kesulitan rakyat. Oleh karena itu ia menegaskan agar pemerintah hadir secara nyata. Keselamatan rakyat harus menjadi prioritas utama.
“Kalau ditemukan ada pihak yang sengaja menimbun atau menaikkan harga secara tidak wajar, harus ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
“Jangan sampai masyarakat sudah menghadapi ancaman abu vulkanik, kemudian dibebani lagi dengan sulitnya mendapatkan masker dan mahalnya harga perlindungan kesehatan. Negara harus hadir, pasar harus diawasi, dan kebutuhan dasar masyarakat harus dijamin,” tambahnya. (*)







Discussion about this post