SERANG, BANPOS – Semangat menuntut ilmu ditunjukkan pasangan suami istri asal Kota Serang, Rostinah dan Prasetya Erlangga. Keduanya menjalani sidang tesis pada hari yang sama di Program Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Jumat (31/7/2026).
Momen tersebut menjadi istimewa karena keduanya berhasil mempertahankan hasil penelitian masing-masing di hadapan dewan penguji, meski mengangkat tema yang berbeda. Sidang berlangsung secara berurutan di kampus Untirta Sindangsari.
Rostinah, jurnalis Radar Banten yang akrab disapa Ina, menjadi peserta pertama yang memaparkan tesis berjudul “Komunikasi Pemerintah Provinsi Banten dalam Penerapan Program Sekolah Gratis”. Sidang dimulai pukul 08.00 WIB.
Dalam penelitiannya, Ina mengkaji proses komunikasi pemerintah pada tahap perencanaan Program Sekolah Gratis yang digagas Pemerintah Provinsi Banten.
Ia menjelaskan bahwa komunikasi perencanaan berlangsung melalui jalur struktural mulai dari gubernur, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD), hingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dengan TPAD berperan sebagai simpul koordinasi bersama sekolah-sekolah swasta.
Penelitiannya Berikan Catatan Kritis
Namun demikian, penelitiannya juga memberikan catatan kritis terhadap proses pengambilan kebijakan. Menurutnya, terdapat indikasi groupthink, yakni kondisi ketika komitmen terhadap janji politik mengenai universalitas Program Sekolah Gratis membuat ruang diskusi terhadap alternatif kebijakan menjadi terbatas.
“Komitmen kampanye mengenai universalitas program diperlakukan sebagai premis yang tidak dapat dinegosiasikan. Akibatnya, pembahasan mengenai efisiensi fiskal baru muncul setelah program berjalan,” ungkap Ina dalam sidangnya.
Usai sidang Rostinah, giliran sang suami, Prasetya Erlangga, menjalani ujian tesis pada pukul 10.00 WIB. Kepala Bidang Diseminasi Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Serang itu mengangkat penelitian berjudul “Etnografi Visual dalam Membangun Narasi Komunikasi Publik di Kota Serang.”
Dalam penelitiannya, Angga menyoroti bagaimana media visual, khususnya videotron pemerintah, membangun citra pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Menurutnya, praktik komunikasi publik seharusnya tidak bergantung pada preferensi individu, melainkan dibangun melalui sistem dan prosedur yang konsisten.
Ia juga menilai pengelolaan konten videotron di Kota Serang masih memerlukan penyempurnaan, terutama dengan menghadirkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baku dan disesuaikan dengan karakter budaya masyarakat Kota Serang.
“Seyogyanya Diskominfo Kota Serang memiliki SOP yang jelas dengan pendekatan budaya dan sosial masyarakat Kota Serang. Hingga kini hal tersebut belum tersedia,” ujarnya.
Sidang tesis pasangan suami istri ini menjadi bukti bahwa dukungan dalam keluarga dapat menjadi kekuatan besar untuk terus berkembang di dunia akademik.
Di tengah kesibukan profesi masing-masing, keduanya mampu menuntaskan pendidikan magister dan menghasilkan penelitian yang memberikan kontribusi bagi pengembangan komunikasi publik di Banten.
Sidang tersebut dihadiri juga oleh dewan penguji yang terdiri atas Ail Muldi, Idi Dimyati, Isti Nursih Wahyuni, Rahmi Mulyasih, dan Yoki Yusanto. (*)







Discussion about this post