Untirta Latih Wanita Nelayan Olah Limbah Jadi Sabun Organik

SERANG, BANPOS — Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) mendorong kelompok wanita nelayan di Kampung Tanggul Indah, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

Upaya tersebut dilakukan melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Pengembangan Teknologi Tepat Guna/Kepedulian Sosial untuk Desa: Peningkatan Keterampilan Ecopreneurship Wanita Nelayan Berkelanjutan Melalui Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang dan Ecoenzyme sebagai Produk Sabun Organik Ramah Lingkungan.

Baca Juga

Kegiatan yang berlangsung sejak Juni hingga September 2026 itu menyasar kelompok wanita nelayan. Program tersebut mengajarkan masyarakat mengolah limbah cangkang kerang dan limbah organik rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Ketua pelaksana kegiatan, Siti Nurhayati, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak berguna sebenarnya dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

“Kami berharap pelatihan ini dapat membuka wawasan masyarakat, khususnya wanita nelayan, bahwa limbah cangkang kerang dan limbah organik rumah tangga memiliki nilai ekonomi apabila diolah dengan tepat,” ujar Siti dalam keterangan tertulis yang diterima BANPOS, Jum’at (11/9).

Menurutnya, pemanfaatan teknologi sederhana dan ramah lingkungan juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat ecopreneurship di kalangan masyarakat pesisir.

“Kami ingin menumbuhkan semangat ecopreneurship sehingga masyarakat mampu menghasilkan produk yang bernilai jual sekaligus berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan penyuluhan dan pendampingan mengenai pengolahan cangkang kerang serta pembuatan ecoenzyme. Masyarakat juga mengikuti demonstrasi dan praktik langsung pembuatan sabun organik ramah lingkungan.

Selain proses produksi, peserta dibekali pengetahuan mengenai pengemasan dan peluang pemasaran produk. Hal ini dilakukan agar keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada proses pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha.

Program tersebut melibatkan sejumlah dosen Program Studi Ilmu Perikanan Fakultas Pertanian Untirta, yakni Resmi Rahmawati, Devi Faustine, Forcep, Safira Meidina, Mila Alawiyah, Ahmad Shifauka, Aryo Wicaksono, Robby Maulana, dan Tri Prabowo.

Sejumlah mahasiswa Untirta juga turut terlibat, di antaranya Salma Kaltsum, Maysha Ayu, Hani Anisyah, Denis, dan Rosad.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menghubungkan pengetahuan dan inovasi akademik dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui program tersebut, Untirta berharap masyarakat pesisir, khususnya wanita nelayan, dapat semakin mandiri secara ekonomi dengan memanfaatkan potensi dan limbah yang tersedia di lingkungan sekitar. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post