SERANG, BANPOS – Program Mahasiswa Membangun (PMM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar pelatihan pembuatan kerupuk berbahan dasar kerang hijau bagi masyarakat di Desa Kasemen, Kota Serang.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program PMM Desa Kasemen 2026 tersebut, didukung LPPM Untirta dan pendanaan DPPM Kemenristekdikti 2026 ini bertujuan mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan hasil tangkap laut agar memiliki nilai tambah serta mampu meningkatkan pendapatan warga.
Dosen Pembimbing PMM Untirta 2026, Afifah Nurazizatul Hasanah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan potensi lokal.
Menurutnya, kerang hijau memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibanding hanya dijual dalam bentuk mentah.
“Kerang hijau merupakan salah satu sumber daya laut yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan. Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkap laut,” ujarnya, Selasa (21/7).
Afifah menjelaskan, melalui pelatihan tersebut masyarakat dibekali pengetahuan sekaligus keterampilan praktis agar mampu mengolah hasil tangkap laut menjadi produk bernilai tambah.
Dengan demikian, masyarakat pesisir diharapkan dapat menciptakan peluang usaha baru berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Ia juga berharap produk olahan berbahan dasar kerang hijau nantinya mampu menjadi salah satu produk unggulan Desa Kasemen yang memiliki daya saing di pasaran.
“Ke depan, kami juga berharap produk olahan seperti kerupuk kerang hijau dapat menjadi salah satu produk unggulan yang mampu menambah pendapatan masyarakat,” tambahnya.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan praktik langsung. Setiap peserta diberikan kesempatan mencoba seluruh tahapan pembuatan kerupuk, mulai dari mengolah daging kerang hijau, mencampurkan adonan, mencetak, hingga proses pengeringan.
Pendampingan itu dilakukan, guna peserta memahami teknik pengolahan yang tepat sehingga menghasilkan produk berkualitas dan memiliki nilai jual.
Salah seorang peserta pelatihan, Siti, mengaku kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi masyarakat pesisir yang selama ini lebih banyak menjual kerang hijau dalam kondisi mentah. Menurutnya, pengolahan menjadi kerupuk membuka peluang usaha yang lebih menjanjikan.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami jadi tahu cara mengolah kerang hijau menjadi kerupuk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Semoga ilmu yang diberikan bisa kami praktikkan di rumah dan menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga,” ungkapnya. (*)







Discussion about this post