SERANG, BANPOS – Koalisi Aktivis Banten Bangkit (KABB) meminta Direktorat Reserse Siber Polda Banten tidak hanya berfokus pada pihak yang menyebarluaskan video viral terkait Ida Farida. KABB menilai pengusutan harus dimulai dari pembuat hingga pengunggah pertama untuk mengungkap motif di balik beredarnya konten tersebut.
Koordinator KABB Asep Setiadi mengatakan, pembuat video merupakan pihak yang paling mengetahui tujuan awal dibuatnya konten yang kemudian memicu polemik di tengah masyarakat.
“Polisi jangan hanya fokus pada yang mendistribusikan video viral itu. Lebih penting memeriksa pembuat dan pengunggah video viral. Karena apa yang bisa di-sharing orang kalau tidak ada yang membuat videonya,” kata Asep.
Menurutnya, apabila penyidik hanya menindak penyebar video, maka potensi munculnya konten serupa di kemudian hari masih terbuka.
“Kalau hanya berfokus pada yang sharing, mungkin penyebaran video viral itu bisa ditekan. Tapi tidak bisa menghentikan pembuatan video viral yang bikin gaduh Pemprov Banten. Pembuat video justru merasa aman. Terlebih jika pembuat video mendapatkan keuntungan ekonomi, pasti dia akan membuat lagi, mungkin dengan tema yang lain,” ujarnya.
Asep menilai penyelidikan terhadap pembuat video penting dilakukan untuk mengetahui apakah video tersebut dibuat semata-mata sebagai bentuk penyampaian informasi atau terdapat motif lain di balik penyebarannya.
“Apakah memang semata-mata ingin mengungkap dugaan ketidaktaatan kepala daerah terhadap Undang-Undang Perkawinan atau ada niat jahat di balik penyebaran video itu. Siapa saja yang terlibat, siapa dalang intelektualnya, dan apa tujuannya, itu harus diungkap,” katanya.
Selain mengusut pembuat video, KABB juga meminta kepolisian memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap dokumen yang ditampilkan dalam video apabila diperlukan.
Menurut Asep, proses hukum diperlukan agar seluruh fakta dapat diuji secara objektif sehingga tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Ini sangat memprihatinkan dan kami akan terus mendesak siapa pun untuk memperjelas keadaan ini,” tegasnya. (*)







Discussion about this post