Diguyur Hujan Lebat, Jembatan Penghubung Antar Desa Banten-Bogor Ambruk

LEBAK, BANPOS — Hujan lebat menyebabkan jembatan penghubung antar desa di perbatasan Banten dan Jawa Barat ambruk. Peristiwa tersebut menghambat aktivitas warga yang biasa menggunakan jembatan tersebut sebagai akses penghubung.

Jembatan tersebut berada di Desa Lebaksitu, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten. Jembatan yang membentang di atas aliran Sungai Ciguha itu menjadi akses penghubung warga Desa Lebaksitu dengan Desa Cisarua, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga

Sebagai jalur penghubung antara desa, jembatan itu memiliki panjang sekitar 10 meter dengan lebar sekitar 1,5 meter.

Berdasarkan penuturan Pj Kepala Desa Lebaksitu, Omo Somarudin, menerangkan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (23/9) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu hujan deras mengguyur wilayah Desa Lebaksitu hingga mengakibatkan debit sungai Ciguha meningkat.

Derasnya aliran sungai kemudian mengikis pondasi jembatan hingga menyebabkan konstruksinya ambruk. Jembatan tersebut diketahui telah berdiri selama kurang lebih 40 tahun sejak dibangun pada 1987.

“Usia jembatan sudah sekitar 40 tahun. Kondisi jembatan memang sudah usang pada bagian bantalan konstruksi jembatan,” terangnya saat ditemui di lokasi kejadian pada Kamis (24/9).

Omo mengatakan, sejak pertama kali berdiri hingga kini perawatan terhadap jembatan selalu dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. “Setiap perbaikan memang selalu dikerjakan melalui swadaya masyarakat,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan, keberadaan jembatan tersebut sangatlah penting. Sebab, pasca peristiwa ambruk masyarakat dari Desa Cisarua terpaksa harus memutar jika ingin melintas menuju Kabupaten Lebak.

Begitupun sebaliknya, masyarakat di Desa Lebaksitu pun terpaksa mencari jalan memutar jika ingin pergi ke wilayah Kabupaten Bogor.

“Kalau harus memutar, ya warga harus menempuh jalan belasan kilometer agar bisa sampai ke tujuan,” ucapnya.

Saat ini warga di kedua desa tengah bahu-membahu memperbaiki jembatan dengan alakadarnya secara swadaya.

Tak lama setelah kabar jembatan penghubung antar desa di perbatasan provinsi tersiar, Pemkab Lebak beserta Kepolisian segera terjun ke lokasi untuk memeriksa keadaan.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak, Hamdan Soleh, menyampaikan bahwa pihaknya mendapat instruksi dari Bupati Lebak untuk segera melakukan penanganan terhadap masalah tersebut.

“Mendapat instruksi tersebut, kita pun langsung menuju lokasi dan sudah melakukan survei fotografi dan juga melakukan pendataan secara detail. Jadi, apa-apa yang perlu kita perbaiki langsung kita perbaiki,” terangnya saat ditemui di lokasi.

Kemudian mengenai anggaran, Hamdan mengatakan, pihaknya akan mengupayakan perbaikan jembatan tersebut melalui alokasi anggaran Biaya Tak Terduga (BBT). Sebab, kondisi tersebut bersifat mendesak dan darurat.

“Jadi pembangunan Jembatan Ciguha ini akan diupayakan melalui anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT). Makanya nanti sesegera mungkin kita estimasi biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan jembatan,” ujarnya.

Selain mengandalkan anggaran BTT, Hamdan menambahkan, Pemkab Lebak juga akan berkolaborasi dengan pihak Kepolisian melalui program Jembatan Merah Putih Presisi.

Melalui upaya kolaborasi tersebut diharapkan penyelesaian masalah dapat segera tercapai optimal.

“Berdasarkan dari informasi Kapolsek Lebakgedong, dari pihak Polri juga sudah ada arahan dari pimpinan bahwa Polri bisa berkolaborasi dengan Pemda dalam pembangunan jembatan sesuai dengan data teknis,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post