SERANG, BANPOS – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Kelompok 38 Reguler menggelar Workshop Cerdas Finansial: Strategi Jitu Mengelola Keuangan Keluarga di Kantor Desa Talaga Warna, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Sabtu (11/7).
Kegiatan yang diikuti ibu rumah tangga dan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Talaga Warna itu bertujuan meningkatkan literasi keuangan keluarga melalui edukasi mengenai penyusunan anggaran rumah tangga, pengelolaan utang, kebiasaan menabung, hingga perencanaan keuangan jangka pendek dan panjang.
Workshop tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi Mahasiswa KKM Tematik Untirta Kelompok 38 Reguler bekerja sama dengan dosen Untirta sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Ketua KKM Tematik Untirta Kelompok 38 Reguler, Diah, mengatakan pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari penguatan kapasitas keluarga. Menurutnya, literasi keuangan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun ketahanan ekonomi rumah tangga.
“Pemberdayaan masyarakat tidak selalu dimulai dari program berskala besar, tetapi justru berangkat dari penguatan kapasitas keluarga sebagai fondasi pembangunan. Literasi finansial merupakan instrumen penting untuk membangun keluarga yang resilien, adaptif, dan mandiri dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dalam mengelola keuangan keluarga.
“Melalui workshop ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang bijaksana dalam kehidupan sehari-hari. Inilah bentuk nyata pengabdian mahasiswa yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan riil masyarakat,” katanya.
Kepala Desa Talaga Warna, Tubagus Faoji, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM Untirta yang menghadirkan program edukasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Mahasiswa KKM Tematik Untirta Kelompok 38 yang telah menghadirkan program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga dan kader PKK,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan rumah tangga memiliki pengaruh besar terhadap kesejahteraan keluarga.
“Pengelolaan keuangan keluarga merupakan keterampilan yang sangat penting karena berdampak langsung terhadap kesejahteraan rumah tangga. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat dipraktikkan dan menjadi bekal dalam membangun keluarga yang lebih sejahtera, mandiri, dan produktif,” tambahnya.
Dalam workshop tersebut, dosen Untirta sekaligus pemerhati keuangan keluarga, Nining Purwaningsih, menjelaskan bahwa kesehatan finansial keluarga tidak ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi oleh kemampuan mengelola keuangan secara disiplin.
“Banyak keluarga beranggapan bahwa persoalan keuangan hanya berkaitan dengan jumlah penghasilan. Padahal, yang jauh lebih menentukan adalah bagaimana pendapatan tersebut dikelola dengan perencanaan yang baik, ujarnya.
“Membiasakan pencatatan keuangan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan dana untuk tabungan maupun keadaan darurat merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak besar terhadap ketahanan ekonomi keluarga,” tambahnya.
Sementara itu, dosen Untirta, Sandi Danar, menilai penyampaian materi kepada masyarakat harus dilakukan dengan pendekatan yang mudah dipahami agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pembelajaran bagi masyarakat harus mampu menjembatani konsep dengan praktik. Oleh karena itu, strategi edukasi yang komunikatif, partisipatif, dan berbasis pengalaman sehari-hari menjadi kunci agar materi yang disampaikan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar berubah menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan keluarga. Ketika masyarakat memahami manfaat pengelolaan keuangan secara langsung, maka perubahan perilaku akan lebih mudah terwujud,” terang Sandi Danar.







Discussion about this post