SERANG, BANPOS – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Selat Sunda pada Rabu (8/7) dini hari sekitar pukul 02.44 WIB. Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo 5,3 dan dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Dalam informasi resmi yang dikutip dari situs BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 6,83 derajat Lintang Selatan dan 105,04 derajat Bujur Timur, atau tepatnya di laut sekitar 62 kilometer barat daya Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. Gempa terjadi pada kedalaman 43 kilometer.
Hasil pemodelan tsunami yang dilakukan BMKG menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami sehingga masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Berdasarkan peta guncangan (shakemap), gempa dirasakan dengan intensitas IV MMI di wilayah Sumur. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, sebagian orang di luar rumah, disertai kemungkinan gerabah pecah, pintu dan jendela berderik, serta dinding berbunyi.
Sementara itu, di wilayah Pandeglang, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI, yakni getaran terasa nyata di dalam rumah dan menyerupai getaran saat truk besar melintas.
BMKG menjelaskan, gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng di kawasan Selat Sunda. Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber, gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Hingga pukul 03.05 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat guncangan gempa demi menjaga keselamatan. (*)







Discussion about this post