PANGAN merupakan kebutuhan primer manusia yang dikonsumsi setiap hari. Hal ini menjadi penting karena semua makanan dan minuman dari makanan kemasan dan siap saji, makanan di restoran, dan makanan di sekolah semuanya harus dipastikan aman sebelum sampai ke tangan konsumen.
Namun, tidak banyak masyarakat yang mengetahui bahwa sebelum suatu produk pangan dijual di pasaran, produk tersebut harus melalui berbagai proses pemeriksaan atau analisis pangan terlebih dahulu, seperti analisis kadar air, kadar abu, kadar protein, tekstur, kadar lemak, dan lainnya untuk mengetahui nilai gizi yang biasanya terdapat pada label kemasan.
Analisis pangan adalah ilmu atau perlakuan yang digunakan untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan mengukur komponen kimia, fisik, serta mikrobiologis dalam suatu produk atau bahan makanan. Analisis pangan ini sangat penting dilakukan` untuk memastikan keamanan, nilai gizi, dan pemenuhan standar yang ada.
Salah satu alasan penting mengapa produk pangan harus diperiksa adalah untuk menjamin keamanan pangan. Pemeriksaan dilakukan agar produk terbebas dari zat berbahaya seperti formalin, boraks, logam berat, maupun cemaran mikroba seperti bakteri dan jamur. Jika makanan yang tercemar tetap dikonsumsi, hal tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan, mulai dari keracunan hingga penyakit serius lainnya.
Seperti yang kita tau, di Indonesia banyak sekali kasus keracunan makanan. World Health Organization (WHO) memperkirakan 600 juta kasus keracunan makanan atau hampir 1 dari 10 orang di dunia sakit setelah makan makanan yang terkontaminasi, yang berakibat 420.000 orang diantara kasus tersebut meninggal setiap tahun, atau setara dengan hilangnya 33 juta tahun hidup sehat Disability Adjusted Life Years (DALYs).
Selain keamanan, analisis pangan juga bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi dalam suatu produk. Informasi seperti kadar protein, lemak, karbohidrat, gula, dan vitamin perlu diketahui agar label gizi yang dicantumkan pada kemasan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Dengan begitu, konsumen dapat memilih produk pangan sesuai kebutuhan tubuhnya. Analisis pangan juga memiliki peran untuk menjaga mutu produk.
Suatu industri pangan harus memastikan rasa, warna, aroma, dan tekstur produk tetap baik selama masa penyimpanan. Contohnya, kadar air dalam kerupuk atau biskuit perlu diuji agar produk tidak mudah rusak
Meskipun suatu industri pangan sudah melalui proses analisis pangan, kita sebagai konsumen juga harus menganalisis produk pangan yang akan kita konsumsi dengan cara sederhana seperti memilih ikan atau daging yang segar, mengecek tanggal kedaluwarsa pada produk kemasan, memilih kemasan yang tidak rusak, melihat label gizi dan komposisi pada bagian kemasan produk pangan agar memperoleh makanan yang aman dan berkualitas.
Jika produk pangan tidak diperiksa sebelum beredar, dampaknya dapat merugikan banyak pihak. Konsumen bisa mengalami keracunan atau gangguan kesehatan, sedangkan produsen dapat kehilangan kepercayaan masyarakat.
Karena itu, pemerintah melalui BPOM memiliki peran penting dalam mengawasi keamanan produk pangan yang beredar di Indonesia dan adanya pemeriksaan dan analisis pangan, produk makanan dan minuman yang beredar di pasaran dapat lebih terjamin kualitas dan keamanannya.
SUMBER :
Harini, N,. Marianty, R., dan Wahyudi, V. A. 2019. Analisa Pangan. Sidoarjo : Zifatama Jawara. 172 pp.
Khotimah, K., Malthaputri, E. R., Kesi, S., Inunaa, M., Rahmawati, E. S., Murti, M., Wienantu, K. L., Kesi, S., Kesi, S. F., dan Priestu, T. 2025. Analisis Data Kasus Keracunan Obat dan Makanan Tahun 2024. PUSAKOM Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.







Discussion about this post