Front Aksi Mahasiswa Unpam Serang Buka Open Recruitment, Targetkan 100 Kader Baru

SERANG, BANPOS – Front Aksi Mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) Serang membuka open recruitment kader baru sebagai bagian dari upaya memperluas ruang belajar mahasiswa sekaligus membangun kesadaran kritis dan kepekaan sosial di lingkungan kampus.

Presidium/Ketua Front Aksi Mahasiswa Unpam Serang, Teuku Alif Maulana, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar ditujukan untuk menambah jumlah anggota organisasi, tetapi menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk memahami berbagai persoalan sosial, ekonomi, politik, dan hukum yang berkembang di masyarakat.

Baca Juga

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial. Mahasiswa tidak hanya dituntut menjalankan aktivitas akademik di ruang kelas, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk memahami dan merespons berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

“Mahasiswa bukan hanya insan akademik yang berkutat dengan ruang kelas dan tugas perkuliahan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk melihat, memahami, dan merespons berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat,” ujar Teuku Alif Maulana.

Melalui proses kaderisasi tersebut, Front Aksi Mahasiswa Unpam Serang mendorong mahasiswa untuk membangun budaya diskusi, berani mempertanyakan berbagai persoalan, serta memahami realitas sosial secara lebih kritis.

Teuku mengatakan pihaknya menargetkan sedikitnya 100 mahasiswa bergabung dalam proses open recruitment tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa capaian utama bukan sekadar jumlah kader yang berhasil direkrut.

“Yang lebih penting adalah bagaimana proses kaderisasi mampu melahirkan mahasiswa yang memiliki kesadaran, keberanian, solidaritas, intelektualitas, dan kepekaan sosial,” katanya.

Ia menilai seorang aktivis harus memiliki kemampuan membaca realitas dan tidak menutup mata terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Ketika menemukan ketidakadilan maupun kebijakan yang berdampak terhadap masyarakat, mahasiswa dinilai perlu memiliki keberanian untuk mempertanyakan penyebab dan dampaknya.

“Ketika melihat masyarakat menghadapi persoalan, ketika menemukan ketidakadilan, ketika melihat adanya penindasan atau kebijakan yang merugikan masyarakat, maka seorang aktivis harus memiliki kepekaan untuk bertanya: mengapa hal itu terjadi, siapa yang terdampak, dan apa yang dapat kita lakukan?” ujar Teuku.

Menurutnya, kepekaan sosial menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter kader. Aktivisme, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan keberanian tampil dalam forum atau aksi, tetapi juga kemampuan untuk belajar dari realitas, mendengar masyarakat, memahami persoalan, dan mengambil sikap berdasarkan pengetahuan.

“Bagi kami, kepekaan sosial adalah salah satu fondasi utama seorang aktivis. Aktivis bukan hanya mereka yang berdiri di atas panggung atau berbicara dalam forum-forum organisasi. Aktivis adalah mereka yang mau belajar dari realitas, mendengar suara masyarakat, memahami persoalan secara kritis, dan kemudian mengambil sikap berdasarkan pengetahuan serta kesadaran yang dimilikinya,” katanya.

Teuku menambahkan, Front Aksi Mahasiswa Unpam Serang tidak ingin menghasilkan kader yang hanya aktif ketika terdapat momentum tertentu. Kader diharapkan memiliki konsistensi untuk membaca keadaan, memahami persoalan, menyampaikan kritik, serta berdiri bersama masyarakat ketika kepentingan publik dipertaruhkan.

Karena itu, proses open recruitment akan diarahkan sebagai ruang belajar bersama melalui diskusi, kajian, konsolidasi, pengembangan kapasitas, dan pembentukan karakter mahasiswa.

Front Aksi Mahasiswa Unpam Serang juga mengajak mahasiswa untuk tidak bersikap apatis terhadap persoalan sosial dan politik. Menurut Teuku, pemahaman terhadap berbagai kebijakan yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab mahasiswa.

“Kami tidak mencari mahasiswa yang merasa sudah paling tahu. Kami justru mencari mereka yang mau belajar, mau berdiskusi, mau mendengar, mau berpikir, dan memiliki keberanian untuk mempertanyakan keadaan,” ujarnya.

Ia berharap proses kaderisasi tersebut dapat melahirkan mahasiswa yang kritis, terdidik, terorganisir, serta memiliki keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.

“Open Recruitment ini adalah langkah awal. Kami menargetkan 100 kader baru, tetapi perjuangan kami tidak berhenti pada angka. Target yang lebih besar adalah melahirkan sebanyak-banyaknya mahasiswa yang sadar terhadap keadaan sosial, peka terhadap penderitaan masyarakat, kritis terhadap berbagai persoalan, serta berani mengambil peran dalam memperjuangkan keadilan,” kata Teuku.

Ia menegaskan, Front Aksi Mahasiswa Unpam Serang ingin menjadikan organisasi sebagai ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir, bersuara, dan bergerak secara terorganisir.

“Kami mengajak mahasiswa Unpam Serang untuk tidak hanya bertanya ‘apa yang terjadi?’, tetapi juga berani bertanya ‘mengapa ini terjadi dan apa yang bisa kita lakukan?’” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post