Mahasiswa UNPAM Serang Latih Siswa SMKN 1 Pandeglang teknik Live Selling Berbasis Public Speaking

PANDEGLANG, BANPOS – Dalam upaya menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan digitalisasi bisnis, tim mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang menggelar pelatihan live selling berbasis public speaking di SMKN 1 Pandeglang, Selasa (12/5).

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini mengusung tema “Pelatihan Live Selling Berbasis Public Speaking untuk Meningkatkan Mentalitas Entrepreneur dan Kemampuan Pemasaran Siswa.”

Baca Juga

Program ini bertujuan membekali siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan keterampilan komunikasi digital agar siap bersaing di dunia industri saat ini.

Dosen pembimbing PKM, Sela Novitasari, turut hadir memberikan arahan langsung sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan acara.

Ketua Kelompok PKM, Hildan Pribawa Saputra, menjelaskan bahwa fokus pelatihan ini tidak sekadar mengajarkan cara berbicara, melainkan juga membentuk pola pikir kewirausahaan (entrepreneurship) yang kreatif dan inovatif.

Dengan berkembangnya tren pemasaran digital, kemampuan live selling kini menjadi salah satu keterampilan krusial yang harus dimiliki siswa kejuruan, khususnya di bidang bisnis dan pemasaran,” ujar Hildan.

Didampingi anggota tim lainnya, Muhamad Maulana Gilang, Lena Rika, Nengsi Sinaga, dan Putri Patresia Nainggolan, para mahasiswa secara aktif membagikan materi dan mendampingi siswa sepanjang sesi.

Beberapa materi inti yang disampaikan kepada para siswa diantaranya adalah teknik komunikasi persuasif dengan memberikan pemahaman mengenai strategi menyusun kata-kata yang menarik minat pembeli.

Teori membangun rasa percaya diri juga disampaikan dalam kegiatan ini, para Mahdum menjelaskan beberapa tips mengatasi kegugupan di depan kamera. Tak hanya itu, pemahaman mengenai starategi atensi konsumen juga diselipkan, yang dimana para peserta dberikan pemahaman terkait bagaimana caranya memikat dan mempertahankan penonton di platform marketplace atau media sosial.

Teori Promosi Efektif juga tak tertinggal dalam kegiatan ini, tim mahasiswa memaparkan bagian teknis interaksi dua arah yang interaktif dan tidak membosankan.

Tak hanya menerima teori, para siswa juga ditantang untuk langsung mempraktikkan ilmu yang didapat lewat simulasi live selling secara bergantian, mereka berperan sebagai penjual profesional di depan kelas , memperkenalkan produk, memaparkan keunggulan barang, hingga merespons komentar audiens fiktif.

Simulasi langsung tersebut sukses memantik antusiasme para peserta. Banyak siswa yang aktif bertanya dan berani tampil mencoba mempromosikan produk secara kreatif. Melalui praktik nyata ini, rasa canggung siswa perlahan terkikis dan berubah menjadi keberanian berwirausaha.

Melalui sinergi PKM ini, diharapkan hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan dapat terus berjalan beriringan. Langkah konkret ini menjadi investasi penting dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, adaptif, serta siap menyongsong ekosistem industri digital di Indonesia. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post