Dugaan Kasus Kekerasan Terhadap Transpuan di Kabupaten Lebak Masuk Penyelidikan Kepolisian

LEBAK, BANPOS — Kasus dugaan kekerasan terhadap transpuan oleh sekelompok pemuda kini dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian. Disebut, ada empat orang terduga pelaku yang turut terlibat dalam kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Lebak, AKP Fredo Leonard, mengatakan kasus dugaan kekerasan itu kini tengah ditangani oleh Polsek Rangkasbitung. Sejumlah saksi dan telah dimintai keterangan untuk mendalami motif kasus tersebut.

Baca Juga

“Sementara perkara ditangani Polsek Rangkas kang,” ujarnya saat dihubungi BANPOS pada Selasa (11/8).

Berdasarkan pengakuan korban, kata Fredo, pihak yang turut terlibat dalam kasus dugaan kekerasan itu ada sebanyak empat orang. Namun, dua terduga pelaku lainnya kini tengah dalam pencarian pihak kepolisian.

“Terduga pelaku menurut pelapor ada empat orang. Kita masih mencari dua pelaku lainnya,” ucapnya.

Sementara itu terpisah, Kanit Reskrim Polsek Rangkasbitung, Ipda Adriel Timothy Sebastian, membenarkan adanya laporan tersebut. Dia menegaskan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.

“Sudah ada laporan. Masih dalam proses penyelidikan,” katanya saat dikonfirmasi BANPOS pada Selasa (11/8).

Selain itu Adriel menyampaikan bahwa para pihak yang telah dipanggil masih berstatus sebagai saksi. Pihaknya hingga kini masih terus melakukan penggalian atas informasi yang diperoleh.

“Semua statusnya masih saksi. Masih kami mintakan keterangan. Doakan semoga cepat terselesaikan mas, amiin,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang transpuan di Kecamatan Rangkasbitung menjadi sasaran bulan-bulanan sekelompok pemuda yang menamakan dirinya sebagai ‘Pemburu Boti’ pada Minggu (9/8) malam.

Aksi itu bahkan sengaja direkam dan disebar luaskan di jagat media sosial Instagram melalui akun @pembasmiboti_banten.

Berdasarkan video yang beredar, aksi kekerasan itu terjadi di Alun-alun Rangkasbitung. Belum diketahui kapan waktu peristiwa itu terjadi, namun yang pasti aksi kekerasan dilakukan pada malam hari.

Dalam video berdurasi 0:40 detik itu terlihat seorang transpuan menjadi korban aksi perundungan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda yang menamakan dirinya sebagai ‘Pembasmi Boti’. Aksi perundungan itu tidak hanya dilakukan secara verbal, namun juga mengarah pada kekerasan fisik.

“Hayo loh mati lu sama gue,” ujar salah seorang pemuda dalam video tersebut sebagaimana dikutip BANPOS pada Senin (10/8).

Bahkan, telepon genggam milik korban tak luput menjadi sasaran pengrusakan dalam aksi kekerasan tersebut. Transpuan yang menjadi korban dalam aksi itu sempat memberikan perlawanan sebagai bentuk pembelaan.

Hanya saja karena sendirian, dia pun tak kuasa mengelak serta menahan serangan kekerasan yang mengarah padanya. Beruntung tak lama berselang seorang pria berpakaian hitam datang melerai serta menghentikan aksi kekerasan tersebut. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post