LEBAK, BANPOS — Aksi dugaan tindak kekerasan terhadap kelompok transpuan mulai merambah ke Kabupaten Lebak. Terbaru, seorang transpuan di Kecamatan Rangkasbitung menjadi sasaran bulan-bulanan sekelompok pemuda pada Minggu (9/8) malam.
Aksi itu bahkan sengaja direkam dan disebar luaskan di jagat media sosial Instagram melalui akun @pembasmiboti_banten. Berdasarkan video yang beredar, aksi kekerasan itu terjadi di Alun-alun Rangkasbitung. Belum diketahui kapan waktu peristiwa itu terjadi, namun yang pasti aksi kekerasan dilakukan pada malam hari.
Dalam video berdurasi 0:40 detik itu terlihat seorang transpuan menjadi korban aksi perundungan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda yang menamakan dirinya sebagai ‘Pembasmi Boti’. Aksi perundungan itu tidak hanya dilakukan secara verbal, namun juga mengarah pada kekerasan fisik.
“Hayo loh mati lu sama gue,” ujar salah seorang pemuda dalam video tersebut sebagaimana dikutip BANPOS pada Senin (10/8).
Bahkan, telepon genggam milik korban tak luput menjadi sasaran pengrusakan dalam aksi kekerasan tersebut. Transpuan yang menjadi korban dalam aksi itu sempat memberikan perlawanan sebagai bentuk pembelaan.
Hanya saja karena sendirian, dia pun tak kuasa mengelak serta menahan serangan kekerasan yang mengarah padanya. Beruntung tak lama berselang seorang pria berpakaian hitam datang melerai serta menghentikan aksi kekerasan tersebut.
BANPOS sempat menghubungi admin @pembasmiboti_banten lewat direct message (DM) atau layanan berpesan Instagram untuk meminta konfirmasi mengenai alasan dibalik aksi dugaan kekerasan itu.
Kemudian dalam pesan balasannya, admin sempat meminta supaya sesi wawancara itu dilaksanakan lewat DM Instagram dan dilaksanakan pada malam hari karena masih bekerja.
“Kalau mau bertanya di sini aja, ke WA (WhatsApp) ranah privat. Tar malam aja yah biar lebih enak. Lagi kerja dulu,” ujar admin.
Namun sampai berita ini diterbitkan, tidak ada kabar apapun darinya. BANPOS sempat menghubungi kembali admin akun Instagram @pembasmiboti_banten untuk penjelasan motif dibalik aksi kekerasan itu. Hanya saja admin tidak memberikan jawaban yang pasti.
“Iya ka,” balasan singkat admin saat dikonfrimasi ulang.
Sementara itu saat dihubungi, Polres Lebak mengaku belum mendapatkan informasi mengenai dugaan aksi kekerasan terhadap transpuan di wilayah hukum Kabupaten Lebak.
“Belum monitor karena saya masih di Bayah. Belum terima” ujar Kasi Humas Polres Lebak, Iptu Moestafa Ibnu Syafir pada Senin (10/8).
Moestafa berjanji pihaknya akan segera mengabarkan informasi bila ada perkembangan mengenai kasus dugaan kekerasan tersebut. “Kalau terima nanti saya hubungi ya,” pungkasnya. (*)







Discussion about this post