TANGERANG, BANPOS – Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Kelompok 08 melaksanakan kegiatan modifikasi hidroponik di Desa Sasak, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.
Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan instalasi hidroponik yang telah tersedia sekaligus menambah wawasan mahasiswa mengenai teknik budidaya hidroponik yang tepat melalui pendampingan langsung dari narasumber.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh perwakilan PKK Pokja III Desa Sasak, Mad Kosim, mengenai konsep dasar hidroponik, manfaat sistem hidroponik, jenis tanaman yang cocok dibudidayakan, serta pentingnya perawatan instalasi agar tetap berfungsi dengan baik.
Materi disampaikan sebagai bekal sebelum mahasiswa melakukan modifikasi pada instalasi hidroponik yang telah tersedia.
Dalam pemaparannya, Mad Kosim menjelaskan bahwa keberhasilan budidaya hidroponik sangat bergantung pada kualitas benih dan pengelolaan air. Menurutnya, air merupakan faktor utama yang menentukan pertumbuhan tanaman pada sistem hidroponik.
“Hal yang paling penting dalam budidaya hidroponik adalah menyiapkan benih yang berkualitas serta memastikan ketersediaan air. Tanaman hidroponik sangat bergantung pada air. Jika aliran atau volume air berkurang, pertumbuhan tanaman dapat terganggu bahkan berisiko mengalami kegagalan,” ujarnya.
Mad Kosim juga menjelaskan bahwa beberapa jenis tanaman yang cocok dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik di antaranya pakcoy, selada, bayam merah, kangkung, dan sawi (caisim).
Selain itu, ia menekankan pentingnya pemberian nutrisi organik dengan takaran yang sesuai agar tanaman dapat tumbuh secara optimal.
“Pengelolaan air harus selalu diperhatikan. Air jangan sampai habis, kemudian tambahkan nutrisi organik sesuai takaran agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang optimal,” tambah Mad Kosim.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan modifikasi instalasi hidroponik yang telah ada.
Mahasiswa melakukan penyesuaian dan perbaikan pada instalasi, seperti memeriksa kondisi saluran air, membersihkan instalasi, memperbaiki susunan media tanam, serta mengganti beberapa komponen yang sudah tidak berfungsi dengan baik.
Seluruh proses modifikasi dilakukan dengan arahan dan pendampingan langsung dari Pak Mad Kosim sehingga setiap tahapan dapat dilaksanakan sesuai dengan prinsip budidaya hidroponik yang benar.
Kegiatan ini menjadi pengalaman yang berharga bagi mahasiswa karena tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga dapat melihat secara langsung proses pemeliharaan dan optimalisasi instalasi hidroponik di lapangan.
Pendampingan dari Mad Kosim selaku perwakilan PKK Pokja III Desa Sasak memberikan wawasan baru mengenai pentingnya perawatan instalasi agar sistem hidroponik dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. (*)







Discussion about this post