SERANG, BANPOS – Badan Gizi Nasional (BGN) mencopot puluhan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Banten.
Pencopotan itu merupakan bagian dari kebijakan BGN memberhentikan 137 kepala SPPG di berbagai daerah di Indonesia sebagai langkah evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan informasi yang dihimpun BANPOS, kepala SPPG yang dicopot berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, hingga Kota Tangerang.
Seorang sumber BANPOS yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, pencopotan tersebut diduga berkaitan dengan kebijakan zero tolerance terhadap berbagai pelanggaran yang dinilai berpotensi membahayakan pelaksanaan program MBG.
Menurutnya, sejumlah faktor yang menjadi alasan evaluasi di antaranya kasus keracunan makanan, tindakan indisipliner, penyimpangan dalam pengelolaan dana operasional, hingga dugaan penipuan (phishing) terhadap anggaran operasional di lapangan.
“Benar, ada puluhan kepala dapur SPPG di Banten yang dicopot. Itu bagian dari pencopotan 137 kepala SPPG di seluruh Indonesia,” ujar sumber tersebut.
BANPOS berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Regional BGN Banten. Namun hingga berita ini ditulis, ia belum memberikan tanggapan.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menerangkan bahwa pihaknya telah mencopot 137 Kepala SPPG di berbagai daerah sebagai bentuk penegakan disiplin dalam pelaksanaan Program MBG.
“Per hari ini, saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional telah mencopot 137 Kepala Dapur di seluruh Indonesia yaitu di Jawa Barat, Lampung, Jawa Timur, Sumatera Utara, Banten dan Jawa Tengah termasuk yang kemarin dapurnya di Semarang yang menimbulkan keracunan di SMK Negeri 6 Semarang,” kata Sudaryono usai Rapat Pimpinan di Kantor BGN, Senin (3/8). (*)







Discussion about this post