SERANG, BANPOS – Aksi unjuk rasa ratusan pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Rabu (1/7), diwarnai penolakan terhadap tawaran Pemerintah Provinsi Banten agar perwakilan massa bertemu Gubernur Banten Andra Soni.
Penolakan itu disampaikan setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi, menemui massa aksi di depan Kantor Gubernur Banten.
Dari atas mobil komando, Deden menyampaikan bahwa Gubernur Andra Soni bersedia menerima aspirasi para pengemudi ojol, namun meminta agar pertemuan dilakukan bersama sejumlah perwakilan agar pembahasan lebih efektif.
“Pada prinsipnya bapak gubernur siap menerima akang teteh untuk bisa menyampaikan beberapa hal yang bisa kita diskusikan bersama untuk membahas apa yang menjadi kegundahan hati kita semua. Saya mohon kesediaan bapak dan ibu sekalian untuk mengutus perwakilan bertemu dengan pak gubernur supaya komunikasi bisa lebih enak dan bisa memberi solusi atas apa yang kita hadapi saat ini,” ujar Deden di hadapan massa aksi.
Namun, ajakan tersebut langsung ditolak oleh para pengemudi ojol. Massa secara kompak meneriakkan penolakan dan tetap meminta Gubernur Banten keluar menemui mereka di lokasi aksi.
Koordinator aksi, Kang Soleh, menegaskan pihaknya tidak bersedia mengirimkan perwakilan ke dalam kantor gubernur. Menurutnya, pertemuan harus dilakukan secara terbuka agar seluruh peserta aksi dapat menyaksikan langsung jalannya dialog.
“Alasan kami meminta Gubernur datang menemui kami di luar agar tidak adanya penyusup dan semua dapat mengetahui dengan jelas apa yang disampaikan,” tegas Kang Soleh.
Aksi yang diikuti pengemudi ojek online roda dua dan roda empat dari berbagai daerah di Banten itu digelar untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Banten.
Di antaranya implementasi Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026, penyediaan parkir gratis bagi driver online, jaminan ketersediaan BBM bersubsidi, pengendalian harga kebutuhan pokok, serta perlindungan hukum terhadap pengemudi dari kebijakan aplikator.
Hingga berita ini ditulis, massa aksi masih bertahan di depan Kantor Gubernur Banten sambil menunggu Gubernur Andra Soni menemui mereka secara langsung. (*)







Discussion about this post