HUT ke-19, Budi Rustandi: Kota Serang Rasakan Dukungan Nyata Pemprov Banten

SERANG, BANPOS – Pemerintah Kota Serang menilai dukungan Pemerintah Provinsi Banten semakin memperkuat pembangunan Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten.

Hal itu disampaikan Walikota Serang, Budi Rustandi, dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Serang dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-19 Kota Serang, Senin (10/8).

Baca Juga

Dalam sambutannya, Budi mengatakan pembangunan Kota Serang saat ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Banten, khususnya Gubernur Banten Andra Soni.

Budi mengaku secara intensif berkomunikasi dengan gubernur untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan Kota Serang, mulai dari persoalan infrastruktur hingga penataan kawasan.

“Kami selalu mengekspos kepada Pak Gubernur, baik pagi, siang maupun malam. Saya selalu mempresentasikan, mengekspos kepada beliau tujuan daripada Kota Serang, kekurangan, kelebihan, selalu melaporkan kepada Gubernur,” kata Budi.

Menurutnya, komunikasi tersebut kemudian membuahkan dukungan konkret terhadap pembangunan Kota Serang.

“Alhamdulillah, hari ini Kota Serang bisa merasakan apa yang dibantu oleh Pak Gubernur Andra Soni,” ujarnya.

Budi bahkan menilai dukungan tersebut menjadi bukti semakin hadirnya Pemerintah Provinsi Banten dalam pembangunan Kota Serang.

“Ini Kota Serang baru merasakan hadirnya Provinsi Banten di Kota Serang,” katanya.

Ia menyebut salah satu dukungan tersebut terlihat dalam penataan kawasan sekitar Alun-alun Kota Serang.

Penataan Jalan Engku Golok juga diarahkan untuk mendukung konektivitas menuju kawasan Alun-alun.

Budi berharap penataan kawasan tersebut tidak hanya mempercantik wajah Kota Serang, tetapi juga mampu mendorong sektor perdagangan dan jasa, meningkatkan perekonomian masyarakat, serta memperkuat posisi Kota Serang sebagai pusat pertumbuhan di Provinsi Banten.

Di sisi lain, Budi menyampaikan sejumlah capaian pembangunan Kota Serang dalam momentum Hari Jadi ke-19. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Serang disebut meningkat dari 70,37 menjadi 70,50.

Pertumbuhan ekonomi juga mencapai 5,20 persen, sementara angka kemiskinan berada di angka 5,51 persen.

Budi mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari evaluasi perjalanan Kota Serang selama 19 tahun sekaligus pijakan untuk menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

“Peringatan Hari Jadi ini bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan, melainkan momen penting untuk melakukan refleksi atas apa yang telah kita capai, mengevaluasi dan menemukan komitmen untuk melangkah lebih baik di masa depan,” tuturnya.

Ia mengakui salah satu tantangan yang masih dihadapi Pemkot Serang adalah keterbatasan fiskal daerah.

Namun, kondisi tersebut dinilai tidak boleh menghambat pembangunan.

“Keterbatasan anggaran ini tidak boleh membatasi gerak kita. Kita harus bergerak cepat dan tepat,” tegas Budi.

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, yang hadir dalam rapat paripurna tersebut menegaskan bahwa pembangunan Kota Serang merupakan kepentingan bersama, mengingat statusnya sebagai ibu kota Provinsi Banten.

Andra mengatakan Kota Serang tidak boleh hanya dipandang sebagai wilayah administratif.

Lebih dari itu, Kota Serang harus menjadi kota yang hidup, kuat secara sosial dan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Banten.

“Kota Serang tidak boleh hanya kota secara administratif. Kota Serang harus menjadi kota yang hidup, kuat secara sosial, yang akan menjadikan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Banten,” ujar Andra.

Menurut Andra, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama, seperti konektivitas pengembangan kawasan, pembangunan drainase, pengelolaan sampah dan penertiban PKL.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap program revitalisasi pembangunan Kota Serang, termasuk revitalisasi Alun-alun Kota Serang.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Serang atas program revitalisasi pembangunan Kota Serang,” katanya.

Andra menyebut Pemprov Banten bersama pemerintah pusat terus berkolaborasi dalam pembangunan Kota Serang.

Sejumlah program yang tengah dilakukan meliputi pembangunan flyover dan pedestrian, pelebaran jalan, penataan kawasan sport center, revitalisasi kawasan peninggalan Kesultanan Banten serta pengembangan kawasan ekonomi baru.

“Seluruh program tersebut diarahkan untuk menjadikan visi besar Kota Serang, yaitu kota yang modern, konektif, menarik dan semakin dipercaya sebagai tujuan investasi,” ujarnya.

Ia menekankan, pembangunan Kota Serang tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Pemerintah provinsi, pemerintah kota, DPRD, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas dan masyarakat harus mengambil peran secara bersama-sama.

“Pemerintah provinsi, pemerintah kota, DPRD, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, kita seluruh masyarakat harus bergerak dalam satu tujuan pembangunan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post