Kepemimpinannya Penuh Catatan, Dadan Dicopot Prabowo dari Jabatan Kepala BGN

JAKARTA, BANPOS – Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam keputusan yang diumumkan pada Selasa (2/6) malam, Presiden mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN dan menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai penggantinya.

Selain mengganti kepala BGN, Presiden juga memberhentikan dua Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya. Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru.

Baca Juga

Pengumuman tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa malam.

“Selama kurang lebih hampir 1,5 tahun Bapak Presiden melakukan monitoring dan evaluasi, maka pada hari ini Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sanjaya atas dedikasi mereka selama membangun fondasi dan mengembangkan BGN sejak lembaga tersebut berdiri.

Prasetyo menjelaskan, Presiden berharap pimpinan baru segera melakukan konsolidasi internal dan memperkuat koordinasi dengan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah agar seluruh program BGN dapat berjalan optimal.

“Kepada pimpinan yang baru, kami berharap dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta memastikan seluruh program Badan Gizi Nasional tetap berjalan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Menurut Prasetyo, keputusan pergantian pimpinan diambil setelah Presiden melakukan evaluasi terhadap kinerja BGN selama sekitar satu setengah tahun terakhir. Beberapa catatan yang menjadi perhatian antara lain terkait kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola organisasi, hingga pengawasan kualitas makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Ada yang berkenaan dengan kedisiplinan dalam menjalankan SOP, tata kelola, termasuk menjaga kualitas makanan yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” katanya.

Terkait dugaan praktik jual beli titik dapur MBG dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Prasetyo menyebut saat ini masih dilakukan audit dan pemeriksaan internal.

“Semua sedang dalam proses audit internal sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi yang terus dilakukan pemerintah,” ujarnya.

Meski terjadi pergantian pimpinan, pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan normal dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen pemerintah dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis. Program ini tetap menjadi bagian penting dari investasi pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” tegas Prasetyo.

Pemerintah berharap kepemimpinan baru BGN dapat memperkuat pelaksanaan program MBG sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola lembaga agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post