Calon Siswa Ditelepon Calo, DPRD Curiga Data Pra-SPMB Bocor

SERANG, BANPOS – Pelaksanaan Pra-Seleksi Penerimaan Murid Baru (Pra-SPMB) 2026 menuai sorotan. Selain dikeluhkan karena proses verifikasi yang lambat, muncul dugaan kebocoran data pribadi calon siswa.

Dugaan itu mencuat setelah adanya laporan oknum yang menghubungi calon siswa dan menawarkan bantuan meloloskan seleksi.

Baca Juga

Salah satu sumber BANPOS mengaku dihubungi orang tak dikenal yang mengetahui status verifikasi miliknya.

“Ada yang menawarkan bantuan. Dia bilang saya ditolak dan mau dibantu atau tidak,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya, Kamis (7/5).

Ia mengaku heran karena oknum tersebut mengetahui nomor telepon dan status verifikasi datanya.

“Dia tahu data saya dari mana? Kemungkinannya kalau tidak orang dalam, ya sistemnya diretas,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa mengaku prihatin atas dugaan kebocoran data tersebut.

Menurutnya, data pribadi siswa seharusnya bersifat rahasia dan hanya diketahui siswa serta sistem internal Dinas Pendidikan.

“Namun muncul oknum yang mengetahui detail data hingga status verifikasi siswa. Ini tentu meresahkan,” kata Yeremia kepada BANPOS.

Politisi PDI Perjuangan itu menduga ada dua kemungkinan penyebab, yakni kebocoran data oleh oknum internal atau lemahnya sistem keamanan Pra-SPMB.

Ia meminta Dinas Pendidikan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem, terutama terkait perlindungan data pribadi.

“Kalau operator tidak membocorkan data, lalu bagaimana orang asing bisa mengetahui nomor telepon dan status verifikasi siswa? Ini sangat aneh,” ujarnya.

Selain dugaan kebocoran data, DPRD juga menyoroti lambannya proses verifikasi Pra-SPMB.

Yeremia menyebut ada data calon siswa yang sudah diinput sejak 24 April namun hingga awal Mei belum diverifikasi.

“Tahun lalu verifikasi hanya tiga hari. Sekarang justru lebih dari dua minggu,” katanya.

Ia juga mengkritik sistem revisi data yang dinilai tidak praktis karena siswa harus menginput ulang seluruh data jika terdapat kesalahan kecil.

“Kalau hanya ada revisi satu data, cukup bagian itu saja yang diperbaiki. Jangan semua diulang dari awal,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Jamaluddin belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi BANPOS melalui pesan maupun telepon WhatsApp. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post