SERANG, BANPOS – Sebanyak 8.839 calon peserta didik mengikuti pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Kota Serang tahun ajaran 2026/2027. Namun, keterbatasan daya tampung membuat sekitar 280 calon siswa belum dapat diterima di sekolah negeri.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, mengatakan kapasitas SMP negeri di Kota Serang hanya mampu menampung sekitar 8.559 peserta didik.
“Dari 8.839 pendaftar, masih ada sekitar 280 calon siswa yang belum tertampung di SMP negeri. Mereka akan kami arahkan ke sekolah-sekolah swasta, khususnya 14 sekolah swasta gratis yang sudah bekerja sama dengan pemerintah,” kata Nuri, Selasa (7/7).
Menurut Nuri, kerja sama dengan sekolah swasta tersebut menjadi salah satu solusi agar seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan tanpa terbebani biaya.
Meski demikian, ia menegaskan masyarakat tetap diberikan kebebasan untuk memilih sekolah swasta lainnya, termasuk sekolah yang menerapkan biaya pendidikan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Kami memberikan pilihan kepada masyarakat. Jangan pesimis menyekolahkan anak di sekolah swasta, karena saat ini kualitas sekolah swasta juga semakin kompetitif dalam meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.
Nuri menambahkan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Serang dalam memberikan pelayanan pendidikan sekaligus memastikan tidak ada anak yang berhenti sekolah hanya karena keterbatasan daya tampung sekolah negeri.
Sementara itu, jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD) di Kota Serang tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 13 ribu siswa. Namun, tidak seluruh lulusan tersebut mengikuti proses SPMB SMP negeri.
Ia menjelaskan, sebagian lulusan memilih melanjutkan pendidikan melalui jalur lain, seperti Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Rakyat, pondok pesantren, hingga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
“Kami akan terus memperbarui data agar tidak ada anak yang tidak sekolah. Kalau memang belum melanjutkan pendidikan, akan kami dorong agar tetap bersekolah. Namun, banyak juga yang memang memilih pondok pesantren karena minat masyarakat Kota Serang terhadap pendidikan pesantren masih cukup tinggi,” jelasnya.
Usai pengumuman hasil SPMB, tahapan selanjutnya yakni daftar ulang yang berlangsung pada 7-10 Juli 2026. Setelah itu, sekolah akan melakukan pengukuran seragam gratis bagi peserta didik baru sebagai persiapan memasuki tahun ajaran baru.
“Terus nanti pengukuran seragam gratis dengan mencantumkan nomor baju mereka. Guru-guru harus membuat rencana pembelajaran yang bagus,” pungkas Nuri.
Adapun 14 SMP swasta telah menyatakan komitmennya melalui Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) untuk menerima calon peserta didik yang belum tertampung di SMP negeri.
Ke-14 sekolah tersebut yakni SMP Insan Madani, SMP Islam Plus Al-Muhawaroh, SMP Khairul Huda, SMP PGRI I Kota Serang, SMP Al Wutsqo, SMP Ardaniah Kota Serang, SMP Murrurrohman, SMP Bani Zein, SMP Islam Darul Yakin, SMP Al-Khaeriyah Pengampelan, SMPIT Nurudz Dzikri, SMP Insaniyah, SMP Darunnajah, dan SMP Al Azhar Kota Serang. (*)







Discussion about this post