SERANG, BANPOS – Pesatnya perkembangan teknologi finansial menuntut calon tenaga kerja tingkat menengah untuk memiliki kecakapan digital yang mumpuni. Menanggapi tantangan tersebut, sekelompok mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang (Unpam) Serang menggelar edukasi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) bagi siswa SMK Negeri 1 Padarincang, Rabu (29/4).
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan bukan tanpa alasan. Literasi keuangan di era digital kini menjadi kompetensi krusial agar lulusan SMK mampu bersaing dan mengelola keuangan secara transparan serta akurat menggunakan perangkat teknologi.
Dosen pembimbing kegiatan, Akhmad Nofiata, menegaskan bahwa penguasaan sistem informasi bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan keharusan. Menurutnya, pemahaman yang kuat terhadap SIA akan membantu siswa bertransisi dari metode akuntansi konvensional ke sistem yang lebih modern dan otomatis.
“Penguasaan sistem informasi akuntansi di era digital sangat penting. Kami mendorong siswa untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang keuangan dan teknologi secara beriringan agar siap menghadapi dunia kerja,” ujar Akhmad.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana PKM, Linda Susilawati, menyebutkan bahwa output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah munculnya kesadaran kritis siswa terhadap peran teknologi dalam pengelolaan keuangan. Ia berharap para siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami logika sistem di baliknya.
Pihak sekolah menyambut positif inisiatif ini sebagai langkah sinkronisasi antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan industri digital. Atoilah, yang mewakili pihak sekolah, menilai edukasi ini memberikan dampak pada peningkatan keterampilan teknis siswa.
“Kami mendukung kegiatan ini karena mampu memberikan kontribusi dalam meningkatkan wawasan dan keterampilan siswa kami. Ini adalah langkah positif bagi pengembangan kompetensi mereka,” kata Atoilah.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya memberikan teori, tetapi juga simulasi penerapan SIA dalam dunia kerja nyata. Dengan bimbingan Akhmad Nofiata dan Yudha Eka Febrian, materi disampaikan secara interaktif melalui sesi diskusi mendalam.
Melalui pendekatan ini, siswa diharapkan mendapatkan output berupa pemahaman aplikatif mengenai cara teknologi memproses data keuangan menjadi informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan bisnis. Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan cinderamata sebagai simbol kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mencetak sumber daya manusia yang literat secara digital. (*)







Discussion about this post