Diduga Pegawai BGN Pusat Ngamuk di Pertemuan Formal, Hingga Sebut Peserta ‘G*blok’

SERANG, BANPOS – Dalam acara yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN) di Hotel Aston Serang, Selasa (21/4), nampak salah seorang yang diduga merupakan pegawai dari BGN pusat, memaki para peserta hingga menyebut kalimat ‘G*blok’ kepada seluruh peserta yang hadir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BANPOS, acara tersebut direncanakan merupakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi bersama BGN dan Forkopimda dengan Dinas Terkait yang dijadwalkan pada Selasa (21/4) pukul 08:00 WIB di Aston Serang Hotel.

Baca Juga

Berdasarkan pantauan BANPOS di lokasi, pria yang diduga merupakan pejabat atau pengawas itu tampak meluapkan emosinya karena menilai para peserta tidak kompeten dan tidak memahami aturan teknis.

Ketegangan bermula saat pria tersebut mempertanyakan sikap dari peserta serta pemahaman peserta mengenai Petunjuk Teknis (Juknis).

Ia menilai puluhan peserta yang hadir menggunakan rompi bertuliskan BGN itu malas membaca data dan tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.

“Kamu biasa kaya gini kelakuannya, sudah ditampilin begini datanya, nggak bisa baca? Kalau mending dapur kalian bagus, kalau mending kamu bisa baca juknis. Datanya g*blok semua kalian! Mohon maaf saya kasar, tapi emang g*blok! Kalau orang pinter, baca! Malas lihat data, tidak ada yang bisa menjelaskan ke saya bagaimana juknis yang ada,” ujar pria tersebut dengan nada tinggi.

Suasana semakin memanas ketika pria itu memberikan tantangan terbuka kepada seluruh hadirin. Ia meminta satu orang yang merasa sudah membaca juknis untuk berdiri dan beradu argumen dengannya.

“Malam saya datang nggak ada yang bisa menjelaskan kepada saya juknis yang ada. Ngapain kamu jadi kepala SPPG. Mau bukti? Saya tunjuk satu orang, kalau bisa jawab saya yang keluar dari sini,” ujarnya lantang kepada para peserta.

Namun, tantangan tersebut hanya disambut keheningan oleh para peserta.

Tidak berhenti di situ, ia juga menyoroti latar belakang pendidikan para peserta, khususnya yang berasal dari universitas negeri dan bidang ketahanan pangan serta gizi, untuk menunjukkan rendahnya profesionalisme di lapangan.

“Itu salah satu bukti anda tidak profesional,” sambungnya.

Salah satu poin utama yang menjadi sasaran amukannya adalah masalah teknis terkait suhu di ruang pemorsian.

Ia menyebutkan temuan di lapangan yang dianggapnya sebagai sebuah kebohongan besar karena ketidaksesuaian fasilitas dengan standar yang seharusnya.

“Bagaimana kamu tahu berapa suhu yang harus dipertahankan di ruang pemorsian? Dari tempat yang saya datangi, tidak ada satu pun tempat yang ada pintunya! Berarti bohong? Kalau gitu saya bisa katakan kamu g*blok, ” cecarnya.(*)

Berita Terkait

Discussion about this post