Legislator Banten Minta SPPG Cantumkan Harga Per Paket MBG Demi Transparansi

SERANG, BANPOS – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi fokus pemerintah saat ini terus mendapat sorotan, terutama terkait aspek kualitas gizi dan akuntabilitas anggarannya.

Dengan alokasi anggaran cukup besar yang digelontorkan Pemerintah pada program ini.

Baca Juga

Legislator Banten dari PDI Perjuangan, Yeremia Mendrofa mendesak agar dalam pelaksanaan program dilakukan secara transparan dan tidak asal-asalan.

“Program MBG ini adalah program yang mulia. Bergizi artinya bahwa asupan atau kandungan gizinya harus tepat, jangan asal-asalan. Anggaran pemerintah, APBN maupun APBD yang berkaitan dengan MBG ini cukup besar sekali, maka kita berharap juga manfaatnya kepada masyarakat cukup besar,” ujar Yeremia, Selasa (24/3).

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) selaku penyedia bahan makanan benar-benar mengikuti standar operasional prosedur yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Pengawasan dari pihak sekolah dan orang tua murid pun dianggap menjadi bagian krusial untuk memastikan kualitas makanan di lapangan tetap terjaga.

“Kepada SPPG, jangan asal-asalan untuk menyediakan bahan makanan tersebut. Harus mengikuti SOP dari Badan Gizi Nasional. Kita berharap kepada orang tua maupun sekolah juga harus terus mengawasi dan berani melaporkan kalau tidak sesuai dengan apa yang diharapkan,” tegasnya.

Persoalan transparansi harga per porsi juga menjadi poin utama yang dia dia tekankan.

Menurutnya, pencantuman nilai harga pada bahan makanan sangat diperlukan agar tidak terjadi selisih harga yang tidak wajar antara anggaran yang dialokasikan dengan fakta belanja di lapangan.

“Setuju sekali (soal transparansi harga, red). Kemarin saya melihat salah satu petunjuk BGN bahwa harus ada nilai harga pada bahan makanan tersebut. Tetapi saya selalu melihat juga jangan mencantumkan nilai harga di warung, kan belanjanya seperti apa yang sesungguhnya. Jadi perlu adanya transparansi harga,” tegasnya.

Selain memastikan transparansi, program ini juga diharapkan mampu memberikan dampak domino terhadap ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan ekosistem pangan lokal.

Dengan melibatkan pelaku usaha lokal, kata dia, MBG diharapkan tidak hanya menyehatkan siswa, tetapi juga mensejahterakan para produsen pangan di daerah.

“Tujuan mulianya kan bagaimana pemberdayaan ekonomi sekitar, ekosistem petani, peternak, nelayan kita. Sehingga sektor-sektor pertanian, peternakan, perkebunan ini bisa termanfaatkan dengan baik dengan program MBG ini,” tandasnya. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post