Oleh: Noya Tsaqila, Ravi Setiyadi dan Rori Ana Pandiangan
Mahasiswa/i Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang Serang
BUDAYA literasi merupakan landasan penting untuk membangun masyarakat cerdaas dan kreatif. Di Indonesia, budaya ini menjadi semakin penting dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi informasi. Melalui membaca, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, namun juga membuka jendela imajinasi yang memungkinkan mereka memahami dunia.
Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI) membaca merupakan kegiatan melafalkan atau mengeja tulisan yang juga dapat diartikan sebagai proses pengubahan lambang visual menjadi lambang bunyi, decoding, dan merekontruksi makna dari bahan cetak. Membaca bukan sekedar aktivitas, tetapi juga merupakan jendela menuju dunia yang lebih luas. Melalui membaca, kita dapat menjelajahi berbagai ide, budaya dan pengetahuan yang mungkin tidak kita dapat dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, membaca sangat penting dalam meningkatkan kualitas SDM dan peradaban suatu bangsa.
Urgensi Budaya Literasi di Indonesia
Tingkat literasi di Indonesia masih rendah, berada di peringkat 100 dari 208 negara dengan tingkat literasi sebesar 95,44%. Minat membaca di Indonesia juga sangat rendah. Berdasarkan hasil survei, hanya satu dari 1.000 orang yang menunjukkan minat membaca yang tinggi. Keterlibatan orang tua dalam kegiatan membaca bersama anak-anak juga minim. Hanya sekitar 17% anak yang orang tuanya membacakan buku.
Meskipun mengalami peningkatan, tingkat liretasi di Indonesia masih terbilang rendah. Menurut Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), nilai budaya literasi Indonesia sebesar 57,4 poin. Angka ini meningkat 5,7%. Namun, nilai tersebut belum cukup baik untuk menciptakan sumber daya yang berkualitas. Menurut UNESCO, minat baca di Indonesia hanya 0,001% dan berada pada peringkat ke 60 dari 70 negara. Hal ini menunjukan bahwa banyak masyarakat yang belum memiliki kemampuan membaca yang memadai sehingga berdampak pada kualitas SDM di negara ini.
Tingkat literasi Indonesia masih memerlukan perhatian serius dari semua pihak.Oleh karena iru, peningkatan kualitas SDM Indonesia memerlukan upaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung budaya liteasi dan pembelajaran sepanjang hayat.
Upaya Meningkatkan Literasi di Indonesia
Untuk Meningkatkan budaya Literasi, banyak hal yang bisa kita lakukan. Pertama, untuk meningkatkan akses ke buku dan materi bacaan, pemerintah dan swasta dapat bekerja sama untuk menyediakan buku-buku berkualitas di perpustakaan sekolah, dan komunitas. Program Perpustakaan keliling atau donasi buku juga dapat membantu menjangkau daerah terpencil.
Kedua, mendorong kebiasaan membaca di rumah. Orang tua perlu diberdayakan melalui pelatihan dan kampanye untuk membacakan buku kepada anak-anak sejak usia dini. Ini dapat dilalukan program Literasi keluarga.
Ketiga, mengintegrasikan literasi dalam kurikulum sekolah. Sekolah dapat menambah waktu khusus untuk kegiatan membaca bebas. Pelajaran dapat dirancang untuk melibatkan siswa untuk diskusi dan proyek Literasi kreatif.
Keempat, penggunaan teknologi digital, aplikasi membaca, e-book, dan platform pembelajaran online dapat menjadi alat untuk menarik minat generasi muda terhadap literasi. Pemerintah dapat memberikan subsidi akses internet untuk pendidikan.
Kelima, mengadakan kampaye literasi nasional. Program-program seperti Hari Literasi Nasional, lomba membaca, festival buku dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membaca.
Keenam, mendorong partisipasi komunitas lokal dalam menyelenggarakan kegiatan klub buku, diskusi literasi, atau workshop menulis, bisa saja bergabung dengan komunitas baca misalkan Indonesia Book Party, Serang Book Party dan komunitas lainnya.
Melalui langkah-langkah tersebut, Indonesia dapat meningkatkan budaya Literasi secara baik dan signifikan. Semua pihak pemerintah-masyarakat-swasta perlu bersinergi untuk menciptakan ekosistem yang mendukung literasi. Dengan begitu, pintu pengetahuan dan imajinasi akan terbuka lebih luas, mendukung kemajuan bangsa di era global.
Jadi, masih yakin tidak membaca di era sekarangg? Karena ketika kamu membaca, kamu tidak hanya belajar, tapi juga hidup di ribuan kehidupan.
Katakan Yaa untuk Membaca, katakan L untuk Literasi







Discussion about this post