Pasca-Diguyur Hujan, Lumpur dan Sampah Hiasi Pulo Ampel, Pemuda Desak Pemda Evaluasi Menyeluruh

SERANG, BANPOS — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, menyebabkan tumpukan sampah dan material lumpur tebal yang diduga berasal dari sisi jalan dan aliran irigasi memenuhi badan jalan utama.

Kondisi ini membuat permukaan jalan menjadi licin serta kotor lantaran sampah yang berserakan dan membahayakan para pengguna jalan.

Baca Juga

Kejadian ini dinilai sebagai bukti belum adanya penanganan lingkungan, sistem drainase, dan pengelolaan sampah yang serius serta berkelanjutan dari pemerintah daerah. Ironisnya, lokasi terdampak juga merupakan akses menuju fasilitas pelayanan publik vital, seperti Puskesmas dan Polsek Pulo Ampel.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Pulo Ampel, Ulfiullah, menegaskan bahwa peristiwa ini bukan lagi sekadar bencana musiman biasa, melainkan dampak dari tidak terintegrasinya sistem irigasi dan drainase dari hulu ke hilir.

“Penyempitan saluran, sedimentasi yang menumpuk, serta tidak adanya tempat penampungan sampah yang memadai membuat air hujan meluap ke jalan membawa lumpur dan sampah. Kalau persoalan hulunya tidak dibenahi, membersihkan lumpur di hilir hanya menjadi pekerjaan yang terus berulang,” ujar Ulfiullah, Senin (21/9).

Menanggapi persoalan tersebut, Karang Taruna Pulo Ampel mendesak Pemkab Serang untuk tidak hanya melakukan penanganan sesaat, melainkan mengambil tindakan konkret melalui beberapa langkah strategis. Pihaknya juga menekankan pentingnya penyediaan fasilitas pendukung pengelolaan limbah di kawasan rawan.

“Pemerintah harus segera menyediakan TPS atau kantong penampungan sampah sementara yang layak dan terkelola, khususnya di titik-titik yang rawan menjadi tempat penumpukan sampah,” kata Ulfiullah.

Guna memastikan kondisi di lapangan, pemantauan secara langsung dinilai menjadi prioritas mendesak. Ia juga mendorong peninjauan menyeluruh terhadap sarana publik dan jalur air yang terdampak.

“Kami mendesak pemerintah segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jalan, saluran air, irigasi, serta titik-titik yang menjadi jalur masuknya lumpur dan sampah,” tegasnya.

Selain itu, sumber utama dari material yang mengotori jalanan juga perlu diidentifikasi secara transparan. Ulfiullah menyebutkan twntang pentingnya kejelasan faktor pemicu berdasarkan temuan objektif di lapangan.

“Pemerintah wajib mengidentifikasi dan memverifikasi sumber material lumpur yang masuk dan menumpuk di badan jalan, termasuk memastikan faktor penyebabnya berdasarkan kondisi lapangan dan data yang dapat dipertanggungjawabkan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan, perbaikan infrastruktur pendukung juga menjadi aspek kunci yang tidak boleh diabaikan. Menurutnya, penataan ulang aliran air dipandang sangat menentukan untuk mencegah banjir lumpur susulan.

“Perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem irigasi dan drainase, terutama terkait kapasitas saluran, penyempitan, sedimentasi, serta keterhubungan aliran dari hulu hingga hilir,” tegasnya.

Selain itu, kata dia, aktivitas industri dan ekstraktif di kawasan sekitar Pulo Ampel turut menjadi perhatian serius Karang Taruna. Pihaknya menekankan agar Pemkab Serang bisa memperketat pengawasan terhadap kegiatan yang berkontribusi pada pencemaran lingkungan.

“Pemerintah harus melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas pertambangan dan kegiatan lain di sekitar lokasi yang berpotensi memengaruhi aliran air, sedimentasi, maupun masuknya material lumpur ke badan jalan,” ujarnya.

Di samping itu, pola respons darurat sesudah bencana dinilai harus diubah menjadi perencanaan jangka panjang. Ulfiulloh menuntut adanya skema pencegahan yang matang agar masalah serupa tidak terulang.

“Pemerintah perlu menyusun langkah mitigasi yang konkret, terukur, dan berkelanjutan, bukan hanya melakukan pembersihan setelah kejadian,” paparnya.

Menurutnya, sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, transparansi proses penanganan juga menjadi hal mendasar yang dituntut warga. Sebab, kata dia, masyarakat berhak tahu sejauh mana langkah yang telah dan akan diambil.

“Pemerintah harus membuka informasi kepada masyarakat mengenai langkah penanganan dan tindak lanjut, agar publik dapat mengetahui sejauh mana persoalan ini benar-benar ditangani,” ungkapnya. .

Sementara, dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, Sarudin mengatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat dalam menangani tumpukan sampah yang menumpuk di sepanjang badan jalan akibat terbawa arus air Pasca-diguyur hujan.

“Penanganan sampah liar pasca banjir Pulo Ampel, hari ini sudah di selesaikan secara bertahap,” katanya.

Sarudin mengatakan, ke depan, pihaknya akan melakukan berbagai evaluasi dan pengadaan beberapa fasilitas pendukung untuk mencegah adanya persoalan serupa terjadi di kemudian hari.

“Kami akan koordinasi ke camat dan kades untuk mengimbau masyarakat jangan buang sampah sembarangan. Secara bertahap, Pemda akan menganggarkan fasilitas persampahan amrol, kontener untuk percepatan pengangkutan di titik penumpukan sampah liar,” ujarnya. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post