SERANG, BANPOS — Dalam rangka mengurangi kemacetan di ruas jalan Serang–Bojonegara–Merak (SBM) yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Pemprov Banten memproyeksikan pelebaran jalur itu bakal direalisasikan sepanjang 15 kilometer pada tahap pertama.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan mengatakan, panjang perencanaan pelebaran jalan tersebut bertambah dari target awal setelah Pemprov Banten mengakomodasi usulan dan aspirasi dari masyarakat setempat.
Arlan mengungkapkan bahwa Pemprov Banten awalnya hanya merencanakan pelebaran jalan sepanjang 10 kilometer.
Namun, kata dia, melihat tingginya kebutuhan mobilitas serta dampak kemacetan di kawasan tersebut, serta desakan masyarakat, Pemprov akhirnya menambah bentang pelebaran jalan tersebut.
“Kemarin awal kan kita (rencanakan, red) 10 kilometer, tapi ada usulan dari masyarakat minta untuk perencanaan sampai 15 kilometer. Ya sudah, nanti kita buat perencanaannya sampai 15 kilometer,” ujar Arlan, Kamis (17/9).
Terkait teknis pelaksanaan, Arlan mengungkapkan jika Pemprov Banten saat ini tengah menunggu inisiasi dan koordinasi lanjutan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang.
Dia juga menuturkan bahwa Pemprov Banten akan memaparkan secara rinci masterplan pelebaran beserta kebutuhan lahan yang terdampak dalam rapat koordinasi tersebut.
“Nanti dari Pemkab yang mau inisiasi, nanti Pak Sekda Kabupaten Serang. Nanti kami dari provinsi akan memaparkan rencana pelebarannya sama luasan lahan yang terdampaknya di masing-masing itu berapa. Jadi kita menunggu itu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Arlan mengungkapkan bahwa para pengusaha di sepanjang jalur SBM akan dilibatkan dalam proses pelebaran jalan ini.
Oleh karena itu, pihak pengusaha diminta untuk bersikap kooperatif, khususnya mengenai pembebasan aset atau lahan perusahaan yang terkena dampak pelebaran.
Sebab, Arlan menilai bahwa proyek ini nantinya akan memberikan dampak positif langsung bagi kelancaran operasional dan distribusi logistik perusahaan di wilayah tersebut.
“Mungkin bijaknya harus bersedia, karena pelebaran ini bermanfaat buat mereka juga. Yang sekarang terdampak bukan masalah masyarakat saja, perusahaan-perusahaan juga kan terdampak dengan kemacetan-kemacetan itu. Ya harusnya bersedia,” tegasnya.
Sebagai langkah awal, diketahui, Pemprov Banten telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp900 juta untuk penyusunan dokumen perencanaan teknis dan pengadaan tanah proyek pelebaran jalan tersebut.
Anggaran tersebut, rencananya akan difokuskan untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan dokumen rencana pengadaan tanah.
Langkah ini diambil sebagai respons atas aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan yang mendesak untuk diperlebar.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia Dody Hanggodo memastikan pelebaran 4 lajur Ruas Jalan Nasional Serdang-Bojonegara-Merak (SBM) segera terealisasi.
Pelebaran dilakukan untuk mengurai kemacetan, dengan target menjadi empat lajur dengan panjang mencapai hampir 32 kilometer.
Sementara Detail Engineering Design (DED) untuk pelebaran empat lajur tersebut telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Hal ini disampaikan Dody Hanggodo saat meninjau langsung Jalan Raya Serdang-Bojonegara-Merak (SBM) yang mengalami darurat kemacetan, didampingi Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas.
“Tinggal mencari sumber pendanaannya. Untuk pembebasan lahan akan dibantu oleh Pak Wakil Bupati Muhammad Najib Hamas dan Pak Gubernur Andra Soni,” kata Menteri PU Dody Hanggodo, Senin (6/7).
Dody Hanggodo menegaskan, pelebaran jalan ini bertujuan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu oleh padatnya lalu lintas kendaraan industri.
Berdasarkan peninjauan, pemerintah baru mampu melakukan penambahan pelebaran jalan mencapai dua meter yang terbagi satu meter untuk sisi kiri dan satu meter untuk sisi kanan.
Menurut Dody Hanggodo, saat ini lahan yang dapat dimanfaatkan hanyalah sempadan jalan, sehingga pemerintah hanya mampu menambah pelebaran dua meter dengan panjang mencapai 32 kilometer.
“Sementara waktu lahan yang tersedia itu adalah sempadan. Jadi kita lebarkan 1 meter 1 meter, nanti total lebarnya menjadi 11 meter,” terangnya.(*)







Discussion about this post