Walikota Serang Ajak Warga Gunakan Masker dan Kacamata Hadapi Fenomena Erupsi GAK

SERANG, BANPOS – Meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.

 

Baca Juga

Warga diminta menggunakan masker dan kacamata saat beraktivitas di luar rumah untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik.

 

Walikota Serang, Budi Rustandi mengatakan, peningkatan aktivitas erupsi GAK hingga status Siaga Level III turut berdampak terhadap wilayah Kota Serang. Hujan abu vulkanik halus dilaporkan mulai terjadi sehingga masyarakat perlu mengambil langkah perlindungan diri.

 

“Saya mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, waspada menyikapi fenomena Erupsi Gunung Anak Krakatau,” ujar Budi, kepada wartawan pada Minggu (6/9).

 

Budi meminta warga yang harus bepergian agar tidak mengabaikan perlindungan diri. Masker dan kacamata, kata dia, penting digunakan untuk mengurangi risiko iritasi pada saluran pernapasan maupun mata akibat abu vulkanik.

 

“Gunakan masker dan kaca mata saat berada di luar rumah untuk melindungi diri dari iritasi abu vulkanik,” tegasnya.

 

Selain perlindungan diri, masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah untuk sementara waktu. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.

 

Budi juga mengingatkan warga untuk memastikan kondisi rumah tetap terlindungi dari paparan abu. Pintu, jendela, dan celah rumah diminta ditutup rapat. Tempat penampungan air minum dan bahan makanan juga harus ditutup agar tidak tercemar abu vulkanik.

 

Tak hanya berdampak terhadap kesehatan, abu vulkanik juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di jalan. Budi menyebut abu dapat membuat permukaan jalan menjadi licin sekaligus menurunkan jarak pandang pengendara.

 

Karena itu, pengendara diminta meningkatkan kehati-hatian selama melintas di wilayah yang terdampak hujan abu.

 

Di sisi lain, Pemkot Serang memastikan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan. BPBD, Dinas Kesehatan dan sejumlah instansi terkait disiagakan untuk mengikuti perkembangan situasi sekaligus mengantisipasi kebutuhan masyarakat.

 

Personel medis dan posko bantuan juga disiapkan sebagai bagian dari langkah kesiapsiagaan menghadapi dampak erupsi.

 

Budi menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga dengan mengikuti informasi resmi dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum jelas sumbernya.

 

“Untuk seluruh masyarakat Kota Serang diharapkan bijak dalam menyikapi fenomena aktivitas Gunung Anak Krakatau. Selalu memeriksa kebenaran informasi yang didapatkan, serta terus memantau kanal resmi pemerintah pusat dan daerah untuk mendapatkan sumber informasi yang akurat dan terpercaya,” tandasnya. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post