LEBAK, BANPOS — Kepolisian Resor (Polres) Lebak secara tegas mengimbau seluruh warga, khususnya kalangan pelajar tingkat menengah atas (SLTA), menjelang rencana aksi unjuk rasa di Jakarta pada 27 Agustus 2026. Kepolisian meminta para pelajar tidak ikut serta dalam aksi tersebut guna menghindari risiko provokasi dan gangguan keamanan.
Kasi Humas Polres Lebak, Iptu Moestafa Ibnu Syafir, menyatakan, pengawasan terhadap kelompok pelajar menjadi prioritas karena usia mereka dinilai masih labil. Polisi mengkhawatirkan para pelajar hanya ikut-ikutan tanpa memahami substansi aspirasi yang sedang diperjuangkan.
“Kami mengimbau warga Kabupaten Lebak, terutama anak-anak tingkat SLTA atau SMA, untuk tidak mengikuti atau terlibat dalam kegiatan unjuk rasa tersebut demi menjaga keselamatan dan ketertiban bersama. Anak-anak tingkat SMA masih labil dan mudah terprovokasi. Mereka sering tidak tahu apa yang harus disuarakan, hanya ikut kalau ada orang bawa batu atau maju,” ujar Moestafa pada Rabu (26/8).
Selain fokus pada pelajar, Moestafa juga meminta masyarakat umum untuk tetap tenang dan tidak mudah terhasut oleh informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial. Menurutnya, penggunaan telepon seluler saat ini sangat rentan disalahgunakan untuk menyebarkan kabar bohong atau hoaks yang bertujuan memancing amarah massa.
Pihak kepolisian menegaskan tidak melarang warga untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, penyampaian aspirasi tersebut wajib dilakukan secara damai, tertib, dan mematuhi aturan hukum yang berlaku.
“Kalau memang murni untuk menyampaikan aspirasi sampaikan dengan damai, dengan tertib, tidak ada merusak, tidak ada anari. Ya, kalau bisa sih kalau memang belum jelas informasinya nggak usah ikut-ikutan,” ucapnya.
Moestafa mengingatkan agar para peserta aksi tetap mengedepankan kepentingan bersama dan menghormati hak masyarakat lainnya, terutama pengguna jalan. Kelancaran lalu lintas dan kenyamanan lingkungan harus tetap terjaga meski ada penyampaian aspirasi.
Terkait langkah pencegahan di wilayah Kabupaten Lebak, Polres Lebak memastikan tidak akan melakukan penyekatan jalan bagi massa yang hendak berangkat menuju Jakarta. Kepolisian lebih memilih mengoptimalkan patroli rutin dan pengawasan di titik-titik strategis.
“Untuk penyekatan saya rasa tidak ada, hanya pemberian imbauan-imbauan saja. Wajar kalau Polri dalam menyikapi hal-hal seperti ini kan perlu adanya patroli, kan sudah tugas kita kan ya. Patroli, pengawasan gitu,” pungkasnya. (*)







Discussion about this post