SERANG, BANPOS — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang makin serius mendorong Gunung Gedor menjadi destinasi wisata unggulan baru berbasis masyarakat. Pengembangan kawasan tersebut ditandai dengan peluncuran wisata paralayang yang digelar bertepatan dengan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang.
Sebanyak sekitar tiga paramotor diterbangkan dalam momentum tersebut. Atraksi itu menjadi penanda awal pengembangan sport tourism di Gunung Gedor yang nantinya menjadi ruang bagi atlet paramotor untuk berlatih dan berprestasi.
Walikaota Serang Budi Rustandi mengatakan, keberadaan paralayang di Gunung Gedor menjadi bagian dari upaya Pemkot Serang menghadirkan ikon wisata baru bagi masyarakat dan wisatawan.
“Itu salah satunya kita tunjukkan hari ini ada pertunjukan paramotor, di mana pusatnya nanti ada di Gunung Gedor. Itu wisata baru, wisata unggulan Kota Serang yang akan menjadi ikon baru tempat wisata,” kata Budi, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, Gunung Gedor memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata, terlebih keberadaan paralayang menjadi daya tarik yang berbeda dibandingkan destinasi wisata lainnya di Banten.
“Pertama di Banten, paramotor adanya hanya di Kota Serang,” tegas Budi.
Untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut, Pemkot Serang berencana menjalin kerja sama dengan Perhutani. Kerja sama itu diperlukan lantaran kawasan Gunung Gedor berada di bawah pengelolaan Perhutani.
Budi menyebut, Pemkot Serang tidak hanya ingin menjadikan Gunung Gedor sebagai lokasi wisata, tetapi juga membangun sarana dan prasarana penunjang agar kawasan tersebut layak dikunjungi wisatawan.
“Kita akan melakukan MOU dengan Perhutani agar saya bisa membangun tempat di Gunung Gedor, membangun musala, WC, toilet dan sarana prasarana lainnya agar itu bisa dikunjungi para wisatawan,” katanya.
Ia menargetkan kerja sama dengan Perhutani dapat dilakukan tahun ini, sehingga pembangunan sarana pendukung mulai dikerjakan pada tahun berikutnya.
Bahkan, Budi mengaku memiliki rencana untuk mencoba langsung aktivitas wisata di kawasan tersebut bersama Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia.
“Ada dong. Malah kita mau berkemah. Pak Agis nanti yang memimpin. Kalau saya camping, beliau nanti akan paralayang yang terjun,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang Zeka Bachdi mengatakan, pengembangan Gunung Gedor diarahkan sebagai wisata berbasis masyarakat.
Menurutnya, Pemkot Serang saat ini masih menunggu tindak lanjut tertulis dari Perhutani terkait kerja sama pengelolaan kawasan tersebut. Secara komunikasi, kata dia, pihak Perhutani telah memberikan respons positif.
“Alhamdulillah, walaupun secara lisan kita sudah komunikasi dengan Perhutani, maka kita lagi menunggu surat MOU-nya dari Perhutani untuk pengelolaan oleh masyarakat,” kata Zeka.
Ia menjelaskan, pemerintah nantinya lebih berperan dalam pembinaan dan pengembangan, sedangkan masyarakat akan menjadi bagian penting dalam pengelolaan destinasi wisata tersebut melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
“Artinya dari pemerintah memberikan kepada masyarakat. Karena wisata ini wisata berbasis masyarakat. Jadi, belum ada. Kita hanya pembinaan saja ke masyarakat lewat Pokdarwis,” ujarnya.
Zeka menambahkan, pihaknya menargetkan kerja sama dengan Perhutani dapat segera terealisasi. Sebab, legalitas pengelolaan menjadi salah satu hal penting sebelum pengembangan kawasan dilakukan secara lebih luas.
“Sesegera mungkin. Kemungkinan kita targetkan di awal bulan ini sudah ada jawaban dari Perhutani. Secara lisan sudah, tapi secara tertulis setelah ada MOU akan kita laksanakan,” katanya.
Selain aspek pengelolaan, Disparpora juga memastikan faktor keselamatan menjadi perhatian utama sebelum wisata paralayang dibuka untuk masyarakat umum.
Zeka menegaskan, atraksi paramotor yang dilakukan saat peluncuran bukan sekadar pertunjukan, melainkan bagian dari sport tourism yang melibatkan atlet Kota Serang.
“Tentunya uji coba terbang paramotor ini pasti punya lisensi, punya uji terbang dan hal-hal lain. Sebelum kita membawa wisatawan, tentu semua aspek itu harus dipenuhi,” ujarnya.
Ia mengatakan, peluncuran yang sebelumnya direncanakan pada 28 Juli 2026 sempat mengalami penundaan. Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI kemudian dipilih untuk sekaligus memperkenalkan kawasan wisata tersebut kepada masyarakat.
Adapun penerbang yang tampil dalam atraksi tersebut merupakan atlet Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kota Serang.
“Paramotor ini kan juga sport tourism. Ada atlet yang sambil berlatih untuk berprestasi dan juga untuk wisata. Yang terbang tadi semuanya adalah atlet-atlet FASI Kota Serang yang kita libatkan, tentunya di bawah binaan KONI,” kata Zeka. (*)







Discussion about this post