LEBAK, BANPOS – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Kabupaten Lebak, Dita Fajar Baihaqi, tak ingin mengambil pusing terhadap penolakan rencana kedatangan mantan Presiden ke-7 Joko Widodo. Menurutnya, pihak yang menolak rencana kedatangan tersebut hanya ingin numpang tenar di balik nama besar pria yang akrab disapa Jokowi itu.
“Kalo mau terkenal dan cepat populer senggol aja pak Jokowi. Ya mungkin yang pasang spanduk penolakan mau numpang viral, kan setiap kali namanya pak Jokowi dimunculkan publik langsung merespons karena figur beliau selalu berhasil menarik atensi luas dan memicu diskursus yang masif,” ujarnya pada Rabu (29/7).
Dita menilai, munculnya aksi penolakan itu merupakan bukti pengaruh Jokowi dalam panggung politik masih begitu kuat. Oleh karenanya tak heran jika banyak pihak-pihak yang berusaha aji mumpung agar bisa tenar.
“Sebagian pihak kerap memanfaatkan magnet tersebut sebagai jalan pintas untuk mendapatkan panggung instan dan mendongkrak atensi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Mantan calon Wakil Bupati Lebak itu berpendapat, wawasan masyarakat terhadap politik saat ini sudah jauh lebih baik. Sehingga menurutnya, masyarakat tak akan mudah terprovokasi dengan ajakan pada spanduk tersebut.
“Masyarakat kita sudah sangat cerdas dan bisa melihat mana bentuk ekspresi yang sehat dan mana yang sekadar cari perhatian,” terangnya.
Dia bahkan meyakini dengan melihat rekam jejaknya selama ini, publik justru akan mendukung sosok Jokowi dan menyambut baik kedatangannya.
“Biarlah waktu, rekam jejak, dan bukti kerja nyata yang berbicara, karena pada akhirnya sejarah selalu adil dalam menilai siapa yang benar-benar mengabdi untuk rakyat. Karena saya yakin semua akan Jokowi pada waktunya,” pungkasnya. (*)







Discussion about this post