Spanduk Penolakan Kedatangan Jokowi ke Banten Mejeng di Lebak: Tangkap dan Adili Jokowi

LEBAK, BANPOS – Rencana kedatangan mantan Presiden ke-7 Joko Widodo ke Provinsi Banten terlihat menuai penolakan. Penolakan itu salah satunya datang dari warga Kabupaten Lebak.

Bukti penolakan itu terlihat dari adanya spanduk yang terpasang di Jalan Raya Jenderal Sudirman, Desa Cijoro Pasir, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Baca Juga

Penolakan terhadap rencana kedatangan mantan orang nomor satu Indonesia itu datang dari 16 organisasi masyarakat (Ormas). Salah satunya yakni, Koalisi Rakyat Banten dan Team Pemburu Ijazah Palsu.

Berdasarkan pengamatan, dalam spanduk tersebut terpasang foto Joko Widodo berpakaian batik di sebelah kanan berwarna putih hitam serta ditandai lingkaran berwarna merah simbol larangan.

Di sisinya terpampang pernyataan penolakan berupa, ‘Banten menolak safari politik Jokowi yang berkedok safari budaya.’

Pernyataan penolakan itu ditulis dengan huruf kapital serta berukuran besar.

Selain berisi penolakan dalam spanduk itu juga terpampang tulisan ajakan kepada masyarakat untuk bersatu, serta mendorong aparat penegak hukum untuk mengadili mantan orang nomor satu di Indonesia itu untuk diadili atas berbagai kasus yang menyeret namanya.

“Saatnya rakyat bersatu, penegak hukum bersama rakyat tangkap dan adili Jokowi,” tulis dalam spanduk berlatarbelakang putih itu.

Walau terpampang jelas di pinggir jalan, namun warga sekitar mengaku tidak tahu inisiator pemasangan spanduk tersebut.

“Kurang engeuh (tahu), tapi dua hari ke belakang sudah ada. (Pemasangannya) bisa jadi malam, soalnya pagi-pagi sudah ada,” kata warga bernama Depi, Rabu (29/7).

Selain tidak mengetahui siapa yang memasang, Depi juga baru sadar jika spanduk tersebut berisi penolakan terhadap rencana kedatangan mantan Presiden RI, Joko Widodo ke Banten.

Dia mengira spanduk tersebut berisi imbauan patuh lalu lintas bagi pengendara yang melintas di Jalan Raya Jenderal Sudirman.

Sebab, kata Depi, biasanya spanduk yang terpasang di jalan tersebut berhubungan dengan imbauan kepada pengendara untuk patuh terhadap rambu-rambu lalu lintas.

Mengingat Jalan Raya Jenderal Sudirman bersinggungan dengan perlintasan jalur kereta api.

“Dikira mah (imbauan) kereta, kan dekat yan dengan rel kereta. Jadi dikira tulisan (imbauan) kereta. Biasanya (pesan yang termuat) pelanggaran lalu lintas gitu,” ucapnya.

Saat dimintai tanggapan mengenai spanduk penolakan tersebut, Depi menyatakan ketidak setujuannya.

Sebab, menurutnya semua pihak memiliki penilaiannya masing-masing terhadap sosok pria yang akrab disapa Jokowi itu.

“Kalau saya nggak setuju ya. Soalnya nggak harus begitu orang juga sudah punya penilaian masing-masing,” tegasnya.

Selain itu dia juga tidak mempersoalkan rencana kunjungan Joko Widodo ke Banten.

Karena baginya rencana kunjungan itu tidak menutup kemungkinan membawa dampak baik bagi sekitar.

“Atuh boleh saja siapa tahu kan membawa dampak baik, gitu,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post