SERANG, BANPOS – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 15 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar kegiatan edukasi pengenalan robotika bagi siswa-siswi SDN Kandang Sapi pada Kamis (23/7).
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan literasi teknologi sejak usia dini sekaligus menumbuhkan minat anak-anak terhadap dunia sains dan robotika.
Program ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang berada di bawah pembinaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untirta, dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Rusdi Febriyanto.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Ketua LPPM Untirta, Mukhtar, melalui Kepala Pusat Pengelola KKM dan Pengabdian Masyarakat LPPM.
Dalam pelaksanaannya, Mahasiswa KKM Untirta bekerja sama dengan Untirta Robotic Club (URC) sebagai narasumber untuk memperkenalkan konsep dasar robotika kepada siswa sekolah dasar.
Mengusung materi bertajuk “Petualangan Seru di Dunia Robot!”, para peserta dikenalkan pada pengertian robot, cara kerja robot, proses pemrograman (coding), hingga manfaat robot dalam kehidupan sehari-hari.
Selain mendapatkan materi, para siswa juga menyaksikan demonstrasi robot secara langsung sehingga proses belajar menjadi lebih menarik dan interaktif.
Robot yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut meliputi Robot TirtaPod, robot penyelamat berbentuk hexapod, serta Sathuma, robot humanoid yang mampu menampilkan tarian tradisional Indonesia sebagai bentuk pelestarian budaya.
Ketua Tim Robot TirtaPod Untirta Robotic Club, Restu Firmansyah, mengatakan pengenalan robotika perlu dilakukan sejak dini seiring pesatnya perkembangan teknologi.
“Anak-anak perlu dikenalkan terlebih dahulu pada konsep dasar robotika. Dengan begitu, mereka akan lebih mudah memahami materi yang lebih teknis ketika berada di jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ujarnya.
Restu berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan minat siswa terhadap dunia teknologi sehingga kelak mampu menciptakan inovasi robot yang bermanfaat bagi masyarakat dan Indonesia.
Ketua KKM Kelompok 15 Desa Panamping, Dava Yustian Pratama, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan literasi teknologi di lingkungan sekolah dasar.
“Tujuan diadakannya sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan rasa ingin tahu serta menumbuhkan minat siswa-siswi terhadap perkembangan teknologi, khususnya di bidang robotika. Kami berharap mereka dapat lebih mengenal dan memahami teknologi sejak usia dini,” jelasnya.
Menurut Dava, melalui kegiatan tersebut para siswa diharapkan memperoleh wawasan baru mengenai perkembangan teknologi sehingga semakin termotivasi untuk belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang tersebut pada masa mendatang.
Antusiasme tinggi juga ditunjukkan oleh pihak sekolah. Wali Kelas VI SDN Kandang Sapi, Ita Anita, mengungkapkan bahwa kegiatan pengenalan robotika merupakan pengalaman pertama bagi sekolah dan memberikan kesan yang sangat positif bagi para siswa.
“Anak-anak sangat menikmati kegiatan ini. Hampir semua siswa dari kelas I sampai kelas VI ikut melihat dan berinteraksi dengan robot. Mereka terlihat sangat antusias. Semoga kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan karena pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak terasa monoton,” tuturnya.
Menurut Ita Anita, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda sekaligus membuka wawasan siswa mengenai perkembangan teknologi yang sebelumnya belum pernah mereka peroleh di sekolah.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak anak yang termotivasi untuk belajar dan mengenal teknologi sejak dini.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa melalui program KKM.
Melalui kolaborasi antara Mahasiswa KKM Untirta dan Untirta Robotic Club, kegiatan edukasi ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar, kreativitas, serta minat generasi muda terhadap bidang sains, teknologi, rekayasa, dan robotika.
Dengan bekal pengetahuan sejak usia dini, siswa-siswi diharapkan mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus berkontribusi dalam menciptakan inovasi bagi masa depan Indonesia. (*)







Discussion about this post