SERANG, BANPOS – Tim Pemberdayaan Masyarakat Mahasiswa (PMM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) 2026 menggelar pelatihan pembuatan mie kerang hijau sebagai upaya mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi hasil laut lokal.
Kegiatan yang berlangsung di RT 01 Perum Mina Bakti, Kecamatan Kasemen, Kota Serang tersebut diikuti sebanyak 28 peserta.
Perwakilan Tim PMM Untirta, Haydi Aprilia, menjelaskan pemilihan kerang hijau sebagai bahan utama tidak terlepas dari potensi wilayah Kasemen yang merupakan kawasan pesisir dengan sumber daya laut yang melimpah.
“Kerang hijau yang digunakan berasal langsung dari nelayan setempat sehingga memiliki kualitas yang baik dan tingkat kesegaran yang tinggi karena tidak memerlukan proses distribusi yang panjang,” demikian kata Haydi dalam keterangan tertulis yang diterima BANPOS, Senin (20/7).
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu keunggulan yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam mengembangkan produk olahan berbasis hasil laut.
“Kondisi tersebut menjadi salah satu keunggulan yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam mengembangkan produk olahan berbasis hasil laut dengan bahan baku yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa memperagakan secara langsung proses pembuatan mie kerang hijau, mulai dari persiapan bahan hingga adonan siap dicetak menjadi mie.
Tim PMM Untirta menyebut, inovasi tersebut hadir untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil laut yang selama ini lebih banyak dijual dalam bentuk mentah.
“Dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di sekitar lingkungan, masyarakat diharapkan mampu menciptakan produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan menjual kerang hijau dalam bentuk mentah,” ungkapnya.
Selain memiliki nilai ekonomi, kerang hijau juga dinilai memiliki potensi sebagai bahan pangan bergizi karena mengandung protein yang cukup tinggi. Perpaduan kerang hijau dengan mie menjadi inovasi yang masih jarang ditemukan dan memiliki peluang untuk dikembangkan.
“Perpaduan antara mie dan kerang hijau menghadirkan konsep olahan yang masih jarang ditemukan sehingga memiliki nilai kebaruan dan peluang untuk bersaing di pasar,” jelasnya.
Sementara itu, antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta tidak hanya mengikuti pemaparan materi, tapi juga aktif berdiskusi dan mencoba langsung proses pembuatan mie kerang hijau.
Salah satu peserta pelatihan, Ibu Rinjani, mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Bagus sekali. Menambah wawasan dan juga pengalaman,” kata Ibu Rinjani.
Melalui kegiatan tersebut, Tim PMM Untirta berharap inovasi mie kerang hijau dapat terus dikembangkan oleh masyarakat, baik sebagai produk konsumsi rumah tangga maupun sebagai peluang usaha mikro. (*)







Discussion about this post