SERANG, BANPOS – Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Banten mengalokasikan total Rp985,19 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi selama 2025-2026.
Anggaran tersebut dikucurkan setelah Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan.
Melalui langkah itu, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran besar untuk pembangunan irigasi di daerah.
Dari total dana Rp985,19 miliar, pemerintah pusat melalui APBN menyumbang Rp911,98 miliar, sedangkan Pemerintah Provinsi Banten mengalokasikan Rp73,21 miliar melalui APBD.
“Sinergi pendanaan antara pemerintah pusat melalui APBN dan Pemerintah Provinsi Banten melalui APBD kini menghadirkan perubahan nyata bagi salah satu lumbung pangan di Indonesia,” ujar Kepala Dinas PUPR Banten, Arlan Marzan, Rabu (15/7).
Arlan mengatakan total investasi pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi di Provinsi Banten sepanjang dua tahun itu mencapai hampir Rp1 triliun.
Pada 2025, Pemerintah Provinsi Banten mengalokasikan Rp48,91 miliar melalui APBD untuk tujuh paket rehabilitasi dan peningkatan daerah irigasi. Proyek tersebut mencakup Daerah Irigasi (DI) Cibinuangeun, Cilampe, Cikoncang, Cilemer, Cipari-Ciwuni, Cisangu Atas, dan Cisata.
Di tahun yang sama, pemerintah pusat mengalokasikan sekitar Rp521,28 miliar melalui APBN untuk rehabilitasi 12 daerah irigasi, yakni DI Cikalumpang, Cisangu Bawah, Cipari-Ciwuni, Ciwaka Bawah, Cisata, Cilemer, Cisangu Atas, Pasir Eurih, Cikoncang, Cibinuangeun, Cisiih, dan Cibanten.
Memasuki 2026, Pemerintah Provinsi Banten kembali menganggarkan sekitar Rp24,30 miliar melalui APBD untuk pembangunan Bendung Irigasi Cisiih, rehabilitasi Irigasi Cilampe, serta normalisasi dan rehabilitasi irigasi di Desa Pangkalan, Teluknaga.
Sementara itu, pemerintah pusat menyiapkan Rp390,70 miliar melalui APBN 2026 untuk melanjutkan rehabilitasi sembilan daerah irigasi, yakni Cibinuangeun, Cisata, Cilemer, Cibanten, Cikoncang, Cikalumpang, Pasir Eurih, Cisiih, dan Ciwaka Bawah.
“Total investasi pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi di Provinsi Banten sepanjang 2025-2026 mencapai sekitar Rp985,19 miliar, terdiri atas Rp 911,98 miliar dari APBN dan Rp 73,21 miliar dari APBD Provinsi Banten,” katanya.(*)







Discussion about this post