SERANG, BANPOS – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang menyampaikan permohonan maaf atas berbagai keluhan yang muncul terkait pelayanan terhadap kontingen Kabupaten Serang pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Provinsi Banten di Kota Cilegon.
Permohonan maaf itu disampaikan setelah sejumlah atlet dan pelatih mengeluhkan persoalan teknis selama pelaksanaan ajang olahraga tingkat pelajar tersebut.
Kepala Disporapar Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya, mengakui adanya beberapa kendala di lapangan yang menyebabkan miskomunikasi antara atlet, ofisial, dan panitia pendamping. Kondisi tersebut, kata dia, menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian peserta kontingen Kabupaten Serang.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, orang tua atlet, dan masyarakat Kabupaten Serang atas ketidaknyamanan yang terjadi selama pelaksanaan POPDA. Kami memahami kekecewaan yang muncul dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kami,” ujarnya.
Anas menegaskan, sejak awal pihaknya telah berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi atlet, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi hingga berbagai kebutuhan penunjang selama mengikuti POPDA XII.
Namun demikian, ia mengakui terdapat sejumlah kondisi yang tidak sepenuhnya sesuai perencanaan sehingga memunculkan persoalan teknis di lapangan.
“Kami sudah berupaya maksimal untuk memfasilitasi para atlet agar mendapatkan akomodasi yang nyaman dan dapat fokus bertanding. Hanya saja, kondisi di lapangan tidak seluruhnya sesuai dengan perencanaan. Ada beberapa hal teknis yang berada di luar prediksi kami sehingga memunculkan persoalan yang kemudian menjadi sorotan,” katanya.
Menurut Anas, seluruh kritik yang disampaikan atlet, pelatih maupun masyarakat akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh untuk perbaikan pelayanan pada event olahraga berikutnya.
“Ini menjadi tamparan sekaligus pelajaran penting bagi kami. Kami tidak akan menutup mata terhadap berbagai masukan yang disampaikan. Justru hal ini menjadi evaluasi mendalam agar pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang dapat berlangsung lebih baik, lebih tertata, dan lebih profesional,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, memastikan Pemerintah Kabupaten Serang memberikan perhatian serius terhadap berbagai persoalan yang terjadi selama pelaksanaan POPDA XII.
Menurut Zaldi, pemerintah daerah, termasuk Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, telah menjadikan persoalan tersebut sebagai bahan evaluasi agar pelayanan kepada atlet ke depan semakin optimal.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh atlet dan masyarakat Kabupaten Serang. Apa yang terjadi tentu menjadi evaluasi bersama. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang ada agar ke depan pelayanan kepada atlet dapat lebih optimal,” ujarnya.
Zaldi menilai para atlet merupakan aset daerah yang telah berjuang mengharumkan nama Kabupaten Serang di tingkat Provinsi Banten.
Karena itu, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendampingan dan pelayanan kontingen.
“Kami sangat menghargai perjuangan para atlet yang telah berlatih keras dan mengharumkan nama Kabupaten Serang. Ke depan kami akan memastikan sistem pendampingan, koordinasi, dan pelayanan dapat berjalan lebih baik sehingga para atlet dapat bertanding dengan nyaman dan fokus meraih prestasi,” katanya.
Ia menambahkan, berbagai masukan yang muncul selama POPDA akan dijadikan dasar untuk memperkuat tata kelola pembinaan olahraga daerah.
“Prestasi atlet adalah kebanggaan daerah. Karena itu, setiap kekurangan yang terjadi akan kami perbaiki. Kami ingin para atlet merasa dihargai, didukung, dan mendapatkan pelayanan yang layak saat berjuang membawa nama Kabupaten Serang,” tandasnya. (*)







Discussion about this post