Pembangunan Alun-Alun Rp48,5 Miliar Diklaim Tak Ganggu Program Prioritas Kota Serang

SERANG, BANPOS – Pemerintah Kota Serang memastikan pembangunan Alun-Alun Kota Serang senilai Rp48,5 miliar tetap berjalan beriringan dengan program pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas publik yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi, mengatakan pembangunan alun-alun memang mengharuskan adanya penyesuaian pada alokasi anggaran infrastruktur. Namun, menurutnya, penyesuaian tersebut tidak mengurangi program prioritas yang telah direncanakan pemerintah daerah.

Baca Juga

“Terkait pembangunan alun-alun yang nilainya cukup besar, tentu ada dampak terhadap alokasi anggaran infrastruktur lainnya. Namun dampaknya tidak sampai menghilangkan program-program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” kata Iwan usai menghadiri diskusi mingguan bersama PWKS, Kamis (18/6).

Iwan menjelaskan, sejumlah proyek infrastruktur tetap berjalan pada tahun ini. Salah satunya program betonisasi jalan di 17 titik yang tersebar di wilayah Kota Serang.

Menurutnya, pelaksanaan pembangunan jalan tersebut tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Serang, tetapi juga didukung bantuan keuangan serta program dari Pemerintah Provinsi Banten. Karena itu, pembangunan alun-alun tidak memberikan dampak signifikan terhadap pelaksanaan program infrastruktur yang telah dirancang sebelumnya.

Selain pembangunan jalan, pemerintah daerah juga tetap melanjutkan pembangunan fasilitas pendidikan. Saat ini DPUPR tengah menyelesaikan pembangunan gedung baru Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang yang ditargetkan mulai difungsikan pada Juli mendatang.

Di sektor pendidikan dasar, pemerintah juga sedang melakukan pembangunan sekaligus peninggian bangunan SD Pamarican. Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi persoalan banjir yang selama ini kerap mengganggu aktivitas belajar mengajar saat musim hujan.

“Jadi memang ada penyesuaian anggaran, tetapi tidak sampai menghilangkan pembangunan fasilitas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iwan menuturkan arah pembangunan yang dijalankan saat ini sejalan dengan kebijakan Walikota Serang yang menempatkan penyelesaian infrastruktur dasar sebagai prioritas utama. Setelah kondisi jalan semakin baik melalui program betonisasi yang dilakukan secara bertahap, pemerintah akan mulai memperluas fokus pembangunan ke berbagai fasilitas pelayanan publik.

Beberapa fasilitas yang menjadi perhatian antara lain gedung kelurahan, sarana kesehatan, puskesmas, sekolah, hingga fasilitas pelayanan masyarakat lainnya yang dinilai masih membutuhkan peningkatan kualitas.

Ia menilai strategi pembangunan secara bertahap akan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan penyelesaian persoalan infrastruktur dasar secara bertahap, pemerintah memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kualitas layanan di bidang kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik.

“Saya optimistis jika konsep pembangunan ini berjalan konsisten selama lima tahun, persoalan infrastruktur dasar di Kota Serang dapat diselesaikan secara bertahap. Setelah itu pemerintah bisa lebih fokus meningkatkan fasilitas kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik lainnya,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post