SERANG, BANPOS – Tanah Jawara yang menjadi julukan bagi Provinsi Banten yang kental akan budaya dan pusat pendekar menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh pihak yang mengabdikan diri terhadap masyarakat.
Pada institusi Kepolisian yang memiliki tanggungjawab terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat, memberikan perlindungan dan pengayoman serta menegakkan hukum tentunya ada ‘PR’ tersendiri dalam melaksanakan tugas di Tanah Jawara ini.
Berbagai prestasi penegakan hukum dan mengayomi masyarakat telah ditorehkan oleh Kepolisian Daerah Banten.
Baik dari tingkat Polda, Polres, Polsek hingga masing-masing polisi yang ditugaskan sebagai Bhabinmas.
Dengan karakteristik pasukan elit, Bhayangkara di Banten harus sanggup menghadapi sifat Jawara pada masing-masing masyarakat di wilayah hukum Polda Banten.
“Modal utama bagi Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, memberikan pengayoman, perlindungan, pelayanan, serta penegakan hukum adalah profesionalitas, humanis dan berkeadilan,” kalimat yang sering disampaikan oleh Pimpinan tertinggi Bhayangkara di Tanah Jawara dalam setiap kesempatan, Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki.
Aktivis Banten, Jamaludin, menilai filosofi jawara sejatinya mengandung nilai keberanian untuk membela kepentingan masyarakat serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.
“Jawara bukan hanya soal kekuatan fisik. Yang lebih penting adalah keberanian untuk mengabdi, melayani, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Jamaludin, nilai-nilai tersebut masih relevan hingga saat ini dan dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pelayanan publik dan penegakan hukum.
Ia mengatakan, masyarakat saat ini lebih membutuhkan figur-figur yang mampu menjadi teladan dalam pengabdian dibanding sekadar menunjukkan kekuatan atau pengaruh.
“Makna jawara sekarang harus bergeser menjadi simbol pengabdian. Siapa pun yang bekerja untuk kepentingan masyarakat dan memberikan manfaat, itulah jawara masa kini,” katanya.
Praktik-praktik baik itu memunculkan berbagai harapan dari setiap lini masyarakat demi menjaga kedamaian bermasyarakat di Banten. BANPOS mendapatkan pengakuan dari masyarakat yang mengaku merasakan langsung sentuhan hangat polisi di wilayah hukum Polda Banten.
Raka, seorang warga asal Kabupaten Lebak mengaku seringkali mendapati sisi humanis dan profesional seorang polisi di wilayahnya. Contohnya, kata Raka, perubahan dalam menegur pengendara yang kini terkesan lebih ramah dan memberikan edukasi.
Selain itu, pelayanan terhadap masyarakat yang terkena musibah bencana pun selalu hadir anggota kepolisian baik untuk membantu secara langsung, berkordinasi kepada pemerintah setempat hingga menenagkan masyarakat.
“Alhamdulillah selama ini saya melihat banyak sisi positif dari kepolisian yang mana kami sebagai masyarakat bisa merasakan ketenangan dengan hadirnya kepolisian disetiap kondisi kami. Kami berharap di momentum HUT Bhayangkara ini, institusi Polri bisa meningkatkan segala bentuk pelayanan dan pengabdiannya kepada masyarakat,” terang Pemuda itu dengan penuh harap.
Salah seorang warga lain, Ari, juga mengaku bahwa telah mendapatkan pendampingan yang baik dari institusi Polri. Ia mengaku sedang menjaga kondisi kampungnya untuk memberantas Judi online dan obat-obatan terlarang.
Menurutnya, baik Bhabinmas hingga tingkat Polsek memberikan respon baik di Kampungnya yakni Desa Cilangkap, Kabupaten Lebak.
“Kita dapat respon positif dan dukungan untuk gerakan itu. Tentunya kami berharap kepolisian bisa terus hadir dan membersamai masyarakat dalam menjaga keamanan sekitar,” singkatnya.
Pandangan tersebut dinilai sejalan dengan semangat pengabdian yang diusung Bhayangkara dalam melayani masyarakat. Di usia ke-80 tahun, pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu nilai yang diharapkan terus diperkuat dalam menjawab berbagai tantangan sosial yang berkembang di tengah masyarakat. (*)







Discussion about this post