CILEGON, BANPOS – Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang sukses menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMA Negeri 4 Cilegon. Mengusung tema “Edukasi Pengawasan Keuangan Organisasi Siswa di Sekolah”, kegiatan ini bertujuan membekali para siswa dengan keterampilan manajerial keuangan yang profesional sejak dini.
Acara yang berlangsung pada Kamis (7/5) ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan perwakilan pengurus OSIS, Majelis Perwakilan Kelas (MPK), serta berbagai unit ekstrakurikuler.
Meskipun SMA Negeri 4 Cilegon memiliki ekosistem organisasi yang sangat aktif, pengelolaan dana seperti kas kelas dan anggaran kegiatan ekstrakurikuler selama ini dinilai masih bersifat konvensional. Seringkali, pencatatan dilakukan tanpa mekanisme pengawasan (audit) yang terstruktur, yang berpotensi memicu ketidakteraturan administratif.
Dalam sesi sosialisasi, tim mahasiswa memaparkan tiga pilar utama pengawasan keuangan yaitu, Audit Internal Sederhana dengan cara mengecek kesesuaian antara uang yang keluar dengan rencana anggaran.
Manajemen Bukti Transaksi juga disosialisasian oleh para narasumber dengan metode melakukan kewajiban menyimpan nota, kuitansi, dan faktur sebagai validasi sah.
Dan Menyusun Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) juga diselipkan dalam materi ini, para narasumber juga menyampaikan bahwa menyusun laporan yang tidak hanya akurat secara angka, tetapi juga transparan bagi seluruh anggota.
Ketua tim pelaksana, Fakhri Hamdano, menekankan bahwa PKM ini adalah bentuk nyata kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat.
“Kami ingin memberikan dampak nyata. Bukan sekadar teori akuntansi di kelas, tapi bagaimana adik-adik siswa mampu mengelola dana organisasi mereka dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.
Dosen pembimbing, Akhmad Nofiata, menambahkan bahwa pengawasan keuangan adalah alat evaluasi yang universal.
“Kebiasaan tertib administrasi harus dimulai dari sekolah. Ini adalah simulasi dunia kerja yang sebenarnya,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, dosen pembimbing lainnya, Yudha Eka Febrian, menyoroti aspek moral dalam akuntansi.
“Pengawasan bukan soal curiga, tapi soal membangun budaya kejujuran. Organisasi yang sehat adalah organisasi yang dipercaya oleh anggotanya karena transparansinya,” jelas Yudha.
Para peserta tampak antusias mengikuti diskusi interaktif. Banyak dari mereka baru menyadari bahwa kesalahan sekecil apa pun dalam pencatatan dapat berdampak pada kredibilitas organisasi.
“Ternyata mengawasi keuangan itu tidak serumit yang dibayangkan. Selama ada bukti transaksi yang jelas dan alur laporan yang rapi, kepercayaan antar anggota tetap terjaga,” ujar salah satu pengurus OSIS yang hadir.
Melalui edukasi ini, diharapkan SMAN 4 Cilegon dapat menjadi pelopor organisasi siswa yang akuntabel di Kota Cilegon, sekaligus mencetak generasi muda yang berintegritas dan siap berkontribusi positif bagi bangsa. (*)







Discussion about this post