CILEGON, BANPOS – Polres Cilegon memperkuat komunikasi dengan insan pers sebagai bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Kepolisian menilai keterbukaan informasi dan kerja sama dengan media penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat sekaligus menangkal hoaks maupun informasi provokatif.
Komitmen tersebut disampaikan Kapolres Cilegon AKBP M. Probandono Bobby Danuardi dalam silaturahmi bersama insan pers Kota Cilegon di Bintang Laguna, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Rabu (23/9/2026) malam.
Pertemuan itu turut dihadiri Wakapolres Cilegon Kompol M. Ridzky Salatun, sejumlah pejabat utama Polres Cilegon, Kapolsek Cibeber IPTU Ibna Saputra, serta pimpinan organisasi dan komunitas wartawan di Kota Cilegon, termasuk PWI, SMSI, GWI, PW HC, JPC, FRN, dan SIWO PWI.
Ketua PWI Cilegon, Ahmad Fauzi Chan, mengatakan komunikasi yang baik antara kepolisian dan pers perlu terus dijaga.
Menurutnya, hubungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penyampaian informasi kepolisian kepada masyarakat.
“Hubungan insan pers dengan kepolisian selama ini berjalan baik. Kami terbuka untuk terus berkolaborasi, khususnya dalam menyampaikan informasi kegiatan kepolisian kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain hubungan kemitraan, Ahmad Fauzi menekankan pentingnya peningkatan kompetensi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Ia menyebut sebanyak 51 wartawan sebelumnya telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Banten sebagai bagian dari peningkatan kompetensi dan integritas profesi.
Sementara itu, Kapolres Cilegon AKBP M. Probandono Bobby Danuardi menyebut keberadaan media memiliki posisi penting dalam mendukung tugas kepolisian, khususnya dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Media memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar demokrasi, jembatan informasi publik, sekaligus mitra yang kritis dan konstruktif bagi kami,” kata Kapolres.
Ia mengajak insan pers memperkuat komunikasi dan bersama-sama menghadirkan pemberitaan yang akurat serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, kerja sama tersebut juga diperlukan untuk menghadapi penyebaran hoaks dan informasi provokatif yang dapat memengaruhi situasi kamtibmas.
“Kami membuka ruang komunikasi seluas-luasnya. Kritik, masukan, maupun konfirmasi dari rekan-rekan media sangat kami butuhkan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kinerja Polres Cilegon,” tuturnya.
Kapolres berharap komunikasi antara kepolisian dan insan pers tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi, tetapi terus berjalan melalui koordinasi dan keterbukaan informasi. Dengan komunikasi tersebut, penyampaian informasi kepada masyarakat diharapkan berlangsung cepat, akurat, dan berimbang. (*)







Discussion about this post