CILEGON, BANPOS — Mahasiswa PLP Integratif UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten Kelompok 34 menggelar edukasi anti kekerasan dan perundungan bagi siswa kelas 5 MIN 1 Kota Cilegon, Jumat (11/9).
Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Kegiatan dibuka Kepala MIN 1 Kota Cilegon, Ali Mahmud. Dalam arahannya, Ali mengajak para siswa mengikuti kegiatan dengan baik sekaligus menerapkan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.
Dalam sesi edukasi, mahasiswa PLP Integratif UIN SMH Banten Kelompok 34 menyampaikan materi mengenai pengertian kekerasan dan perundungan, bentuk-bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan, hingga langkah pencegahan dan cara menyikapinya.
Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan disesuaikan dengan usia siswa kelas 5 agar lebih mudah dipahami.
Para siswa juga diberikan pemahaman bahwa perundungan tidak dapat dianggap sebagai candaan semata. Perkataan maupun tindakan yang membuat orang lain terluka, takut, atau tidak nyaman perlu dihindari.
Sebaliknya, siswa didorong membangun kebiasaan saling menghargai, membantu teman, menjaga perkataan, serta berani melapor kepada guru apabila melihat atau mengalami tindakan perundungan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Para siswa terlihat antusias mengikuti materi yang diberikan mahasiswa.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap siswa MIN 1 Kota Cilegon tidak hanya memahami bahaya kekerasan dan perundungan, tetapi juga mampu berperan dalam menciptakan lingkungan madrasah yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan.
Edukasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi PLP Integratif UIN SMH Banten Kelompok 34 dalam mendukung pembentukan karakter siswa sekaligus mendorong terciptanya budaya sekolah yang positif dan saling menghargai. (*)







Discussion about this post