TANGERANG, BANPOS — Mantan Gubernur Banten yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI, Wahidin Halim, menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai masih menyisakan sejumlah persoalan di lapangan.
Menurut Wahidin, secara konsep program tersebut dinilai positif karena bertujuan meningkatkan kualitas gizi dan kecerdasan anak-anak Indonesia.
Namun, dalam implementasinya, ia menilai terdapat potensi penyimpangan yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah.
“MBG itu sebuah program presiden cukup bagus konsepnya untuk mencerdaskan anak-anak kita, anak-anak bangsa. Cuma dalam pengelolaannya itu sarat dengan korupsi. Barusan kita foto, kalau kita hitung tidak sampai 7 ribu itu satu anak,” ujar WH pada sebuah video yang diunggah di Instagram pribadi miliknya.
Selain itu, Wahidin juga mengungkap adanya kejadian dugaan keracunan makanan yang diduga berkaitan dengan program tersebut.
Peristiwa itu, kata dia, terjadi di salah satu dapur penyedia program yang berada di dekat rumahnya.
“Terus juga sekedar info kemarin di dapur atau SPPG yang ada di belakang rumah saya yang oleh yayasan Banten Hebat dikelola langsung oleh yang punya izin, orang Serang. Terjadi keracunan waktu makanan yang diberikan pada hari Rabu tanggal 8, karena diberikan telur pakai mayonnaise,” paparnya.
Ia menyebut, dampak dari kejadian tersebut cukup serius. Hampir seratus siswa dari berbagai jenjang pendidikan mengalami gangguan kesehatan.
“Hampir 100 orang, anak-anak SMA, SMK farmasi, anak TK Al Irsyadiyah, pondok pesantren WH tahfidz. Dan kabarnya berapa orang, kurang lebih seratus orang tengah malam terserang penyakit, buang-buang air, perutnya melilit dan juga ada yang muntah. Nah ini berbahaya,” ungkapnya.
Atas temuan tersebut, Wahidin menyatakan akan melaporkan persoalan itu kepada Badan Gizi Nasional sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG.
“Oleh karena itu, akan saya laporkan kepada Badan Gizi Nasional. Jadi MBG ternyata memang belum dikelola secara baik, sebagai anggota DPR RI ini menjadi catatan saya,” tegasnya.
Ia juga menegaskan, jika diperlukan, persoalan tersebut akan disampaikan langsung kepada Presiden agar mendapat perhatian lebih lanjut.
“Saya sampaikan bila perlu ke Presiden. Jadi kalau sekarang banyak orang yang mengkritik, ya memang dalam praktiknya masih terjadi. Itu banyak persoalan yang sudah komplikasi,” tandasnya. (*)







Discussion about this post