Merasa Dihina Hasbi Jayabaya, Amir Hamzah Sakit Hati

LEBAK, BANPOS — Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, mengaku merasa sakit hati atas pernyataan Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, mengenai rekam jejak masa lalunya di hadapan jajaran pegawai ASN dalam acara ‘Halal Bi Halal’ di Pendopo Bupati Lebak pada Senin (30/3).

Orang nomor satu di Kabupaten Lebak itu dinilai tak pantas mengungkit masa lalu seseorang, terlebih di hadapan khalayak ramai.

Baca Juga

Menurut Amir, sebagai kepala daerah, Hasbi Jayabaya mestinya mampu menyampaikan hal-hal baik yang dapat merekatkan persatuan di antara ASN.

Bukan malah menyinggung seseorang secara persoalan yang sifatnya menghina.

“Tapi ketika dia menyebut misalkan, si Amir mantan narapidana ‘uyuhan geus jadi wakil bupati geh’ (Masih mending mantan napi jadi wakil bupati juga). Nah itu kan penghinaan pribadi, makanya saya bangkit dari duduk mau sampaikan ke bupati jangan ngomong seperti itu introspeksi maksudnya,” ucap Amir saat ditemui di kediamannya, Senin (30/3).

Atas pernyataan yang disampaikan Bupati Lebak, Amir mengaku merasa terhina.

Sebab, pernyataan tersebut tidak ada kaitannya dengan kinerjanya sebagai Wakil Bupati sertai disampaikan di depan khalayak ramai.

“Saat itu saya merasa terhina saat itu. Karena di khalayak umum dia bicara pribadi dan tidak ada kaitan dengan pekerjaan, makanya spontan saya ingin peringatkan,” katanya.

Amir menyampaikan bahwa kejadian tersebut bukan lah kali pertama terjadi.

Pernyataan serupa sebenarnya kerap dilontarkan oleh Hasbi Jayabaya di banyak kesempatan.

Bahkan, pernyataan yang sifatnya penghinaan tidak hanya dialamatkan pada dirinya, namun juga kepada pihak-pihak lain yang ada di lingkungan Pemkab Lebak.

“Ini kedua kalinya dan mungkin kalau di beberapa dinas sebenarnya sering ngomong-ngomong kasar seperti ini. Yang tidak layaklah bahasa-bahasa itu disampaikan dalam sebuah rapat. Itu bukan masalah intonasi,” ujarnya.

Amir mengaku, meski pun kerap mendapat penghinaan dari Bupati Lebak namun dia mengaku akan tetap fokus dalam menjalankan tugasnya sebagai Wakil Bupati Lebak.

Sebab, menurutnya masih banyak hal yang jauh lebih penting untuk dikerjakan ketimbang larut dalam persoalan yang terjadi.

“Saya sih akan kerja terus kasihan masyarakat, silahkan bupati menghina seperti itu tapi saya akan tetap mengurus persoalan-persoalan yang banyak di Kabupaten Lebak yang tidak dikerjakan bupati,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post