LEBAK, BANPOS — Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, balik mengkritik balik kinerja Hasbi Jayabaya selama setahun menjabat sebagai Bupati Lebak.
Menurutnya, orang nomor satu di Kabupaten Lebak itu memiliki beberapa catatan yang harus segera diperbaiki.
Salah satunya yakni, gaya komunikasinya yang dinilai tidak lancar.
Hal ini jelas dapat menghambat koordinasi dalam proses pengambilan kebijakan.
“Bupati soal koordinasi hubungan bukan hanya dengan saya sulit dengan beberapa pihak susah,” ujarnya, Senin (30/3).
“Dengan kiai juga banyak yang ngomong ke saya susah menghubungi, termasuk dengan saya ada beberapa kali saya WA nggak dibalas. Termasuk juga Forkopimda, bukan hanya dengan saya,” ucapnya menambahkan.
Bukan hanya gaya komunikasi yang bermasalah, Amir menyebut masalah kepemimpinan Hasbi pun juga patut disoroti.
Sebab, di beberapa kesempatan Hasbi kerap melontarkan perkataan kasar yang cenderung menyakiti perasaan bawahannya.
“Ini kedua kalinya dan mungkin kalau di beberapa dinas sebenarnya sering ngomong-ngomong kasar seperti ini. Yang tidak layaklah bahasa-bahasa itu disampaikan dalam sebuah rapat. Itu bukan masalah intonasi,” ujarnya.
Selain itu Hasbi pun juga disebut kerap absen dari tugasnya sebagai Bupati Lebak tanpa adanya kejelasan.
Hal ini jelas dapat mengganggu roda pemerintahan karena kewenangan kebijakan ada di tangan kepala daerah.
“Seminggu cuman sehari (kerja) pergi lagi ke Jakarta. Kemudian pergi lagi, tidak tahan kritik pergi lagi ke Jakarta. Saya nggak pernah ngomong waktu dulu saya sampaikan aja sekarang, apa baik bupati seperti itu?” katanya.
Atas semua persoalan tersebut Amir menyarankan supaya Hasbi dapat bermuhasabah diri.
Tujuannya agar mampu menyadari kekurangan diri sebelum melakukan koreksi terhadap kekurangan orang lain.
“Bupati bukan pintar mengoreksi orang lain koreksi dulu diri sendiri. Jangan nyuruh PNS kerja bagus, beliau sudah gimana kerjanya,” pungkasnya. (*)







Discussion about this post