Kasus BBM Pertamax Bermasalah di Mancak Ditangani Polisi

CILEGON, BANPOS – Kasus BBM Pertamax bermasalah di Pertashop milik Dadang Jubaedi alias Haji Soleh di Kampung Kubang Prapatan, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang- Banten, kini ditangani Polsek Mancak.

Kapolsek Mancak Ajun Komisaris Polisi (AKP) Acum Sutarlia kepada sejumlah wartawan di kantornya, Jum’at (26/3/2026) mengatakan bahwa pihaknya usai salat Magrib meminta keterangan sejumlah pihak, terkait kasus BBM bermasalah yang menghebohkan warga Mancak beberapa hari yang lalu.

Baca Juga

“Kami jajaran Polsek Mancak sudah tentu atensi demgan permasalahan ini, akan tetapi belum bisa memberikan informasi secara ditel kepada media terkait kasus BBM bermasalah ini. Baru pada malam ini penyidik mulai memeiksa para pihak. Mohon rekan- rekan media bersabar ya,” tandas AKP Acum.

Ia mengungkapkan bahwa dalam penyelidikan kasus BBM bermasalah ini para pihak terkait yang akan diminta keterangan di antaranya pemilik Pertashop, operator dan karyawan, sopir dan pihak managemen Pertamina.

“Semua pihak akan kami minta keterangan untuk mengetahui konstruksi masalah BBM. Sebenarnya dmna dan siapa saja yang harus bertanggungjawab tentang alur dan SOP distribusinya,” terang AKP Acum.

AKP Acum juga menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja secara maraton untuk mengungkap kasus BBM bermasalah ini secara terang benderang untuk disampaikan kepada masyarakat Mancak,” ucap AKP Acum.

 

Pemilik Ngaku Jadi Korban

Ditemui terpisah, pemilik Pertashop Haji Soleh menjelaskan bahwa pihaknya diakuinya dalam kssus BBM bermasalah ini juga sebagai korban.

“Posisi kami juga sebagai korban dalam hal ini. Pertashop ini kami bangun untuk keberlangsungan usaha. Masa iya usaha kami, kami curangin sendiri,” papar Soleh.

Menurutnya, dalam pengisian BBM ia dan karyawan sudah menjalankan SOP di setiap penerimaan BBM seperti dengan memeriksa Segel yang utuh, ada Surat jalan dimana surat jalan tersebut harus sesuai dengan nomor seri yang tertera di tali Segel.

“Semua SOP sudah kami jalankan sebagaimana ketentuan dari Pertamina. Pihak kami sangat komitmen menjaga peraturan yang ada,” ungkap Soleh.

Sementara itu perwakilan Pertamina Joko Suhail pada bagian ceker Pertashop menjelaskan bahwa kasus BBM bermasalah di Kecamatan Mancak sedang dilakukan investigasi oleh pihak Depo Pertamina Tanjung Gerem.

“Kasus ini sedang ditangani pihak depo. Begitu ada laporan tentang kejadian ini, pihak depo langsung menerjunkan tim dan mengambil sampel Pertamax bermasalah.

Sample yang terkumpul sebanyak 16 botol plastik untuk diuji di laboratorium,” terang Joko.

Sementara itu untuk masyarakat atau konsumen yang dirugikan dengan adanya BBM bermasalah ini, pihak pertamina akan menanggung seluruh biaya dan penggantian Pertamax secara gratis.

“Silahkan masyarakat yanh dirugikan untuk datang ke bengkel yang kami tunjuk di daerah Mancak,” ucap Joko.

Untuk diketahui, sejak Rabu lalu warga Mancak diresahkan dengan BBM Pertamax bermasalah yang mereka beli dari Pertashop di daerah Kubang Prapatan, Mancak

Akibat BBM bermasalah tersebut, sedikitnya ratusan sepeda motor mengalami kerusakan dimana knalpot berasap dan juga mesin kendaraan ngadat. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post