SERANG, BANPOS – Arus mudik Lebaran di wilayah Banten hingga saat ini terpantau masih dalam kondisi terkendali.
Aparat Kepolisian mencatat, puncak pergerakan pemudik terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026, terutama di jalur menuju pelabuhan penyeberangan.
Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki mengatakan, secara umum pengamanan arus mudik berjalan lancar, termasuk di sejumlah titik krusial seperti pelabuhan dan jalur utama kendaraan.
“Secara umum pengamanan arus mudik dan aktivitas masyarakat berjalan aman dan lancar. Termasuk di empat pelabuhan, seluruhnya terpantau kondusif,” ujarnya, Jumat (20/3).
Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan sejak pertengahan Maret melalui Operasi Ketupat Maung 2026 dengan melibatkan berbagai unsur.
Fokus pengamanan tidak hanya pada kelancaran arus kendaraan, tetapi juga menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Banten.
Berdasarkan laporan di lapangan, peningkatan volume kendaraan saat puncak mudik masih dapat diantisipasi tanpa menimbulkan gangguan signifikan.
Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat juga dilaporkan tetap terjaga.
Selain pengaturan lalu lintas, aparat juga melakukan pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan selama periode mudik.
Dalam proses tersebut, petugas mengungkap sejumlah kasus, termasuk peredaran narkotika dan kepemilikan senjata api.
“Dalam pengamanan arus mudik, kami juga berhasil mengamankan beberapa tersangka terkait narkotika dan senjata api. Saat ini masih dalam pengembangan,” katanya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Banten menilai pengamanan arus mudik sejauh ini berjalan sesuai rencana.
Koordinasi antarinstansi disebut menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
Pemantauan akan terus dilakukan, terutama menjelang arus balik yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah dan aparat keamanan berharap kondisi tetap terkendali hingga seluruh rangkaian arus mudik dan balik selesai. (*)







Discussion about this post